Melalui Budidaya Jamur Tiram, Petani Muda Ini Sukses Berdayakan Perempuan

Dianawati, petani jamur tiram. (Sariagri/Yongki)

Editor: Dera - Jumat, 29 Juli 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Jika kebanyakan perempuan masa kini lebih memilih untuk mengutamakan fashion dan berbagai asesoris terbaru, maka tidak bagi Dianawati yang justru lebih memilih menjadi petani jamur tiram.

Berbekal pengetahuannya tentang ilmu pertanian sejak duduk di bangku kuliah, perempuan asal Desa Joben, Kabupaten Lombok timur itu awalnya mencoba untuk mengolah berbagai minuman dari pepohonan, seperti kopi dan gula aren. Bisnisnya itu pun masih berjalan hingga sekarang.

Akan tetapi karena pangsa pasar gula aren dan kopi yang menurun, Dianawati mencoba untuk budidaya jamur tiram dengan memanfaatkan lahan pekarangan.

Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Siapa sangka, berkat ketekunannya dalam budidaya jamur tiram, ia kini sukses membangkitkan Usaha Mikro Kecil (UMK) dan mengajak para perempuan di Desanya untuk bangkit menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan.

"Alhamdulillah usaha ini cukup diminati banyak orang dan kita bisa memberdayakan perempuan setempat melalui kelompok wanita tani disini," Kata Dianawati kepada Sariagri.

Berkat kerja keras, ilmu yang dimiliki dari kuliah dan dukungan kedua orang tuanya, kini budidaya jamurnya sudah memiliki banyak pembeli. Pesanan jamur tiram juga telah tersebar di Kabupaten Lombok Timur.

Pembeli jamur tiram, kata Dianawati, beraneka ragam, ada yang mengolahnya menjadi berbagai macam olahan dan ada juga yang membeli baglok atau benih jamur untuk dibudidaya di rumah mereka.

“Biasanya mereka membeli dari 10 sampai 1.000 baglog untuk dibudidaya," ujarnya.

Setiap hari Dianawati bersama rekan perempuannya memanen jamur tiram dari 3-10 kilogram, tergantung cuaca, karena tingkat pertumbuhan jamur akan cukup berpengaruh ketika cuacanya bagus.

Dianawati, petani jamur tiram. (Sariagri/Yongki)
Dianawati, petani jamur tiram. (Sariagri/Yongki)

Tingkatkan Ekonomi Warga Lokal

Untuk pembeli yang memesan jamur tiram sebagai olahan, Dianawati tidak segan memberikan dengan harga murah, karena ia tau penduduk di sekitarnya merupakan warga yang ekonominya menengah kebawah. 

Perempuan berparas cantik ini ingin usahanya itu tidak hanya memiliki nilai ekonomis secara personal saja, namun bisa berdampak terhadap ekonomi masyarakat di Desanya yang mayoritas sebagai petani dan peternak. 

"Di sini itu kebanyakan jadi petani dan peternak di mana penghasilan mereka tidak menentu, jadi saya berharap usaha ini dapat membantu ekonomi warga juga," Ucapnya. 

Kualitas bibit yang tidak mudah rusak, dengan jamur yang cukup segar membuat usahanya banyak diminati, tak heran jika banyak pembeli yang mengaku ketagihan menikmati jamur tiram milik Dianawati. 

"Jamur tiram dari Dianawati ini segar-segar dan kalau kita masak itu terasa enak, makanya kita sering ke sini," ungkap Liana, salah satu pembeli jamur tiram. 

Diakui Liana, banyak pembudidaya jamur tiram di daerahnya, namun tidak sama dengan yang dikelola oleh Dianawati, sebab selain harganya yang lebih murah, jamur yang dihasilkan juga lumayan bagus. 

Baca Juga: Melalui Budidaya Jamur Tiram, Petani Muda Ini Sukses Berdayakan Perempuan
Manfaatkan Limbah Tongkol Jagung, Pria Ini Dulang Rupiah dari Budidaya Jamur

Selain itu, di sini untuk satu buah baglog Rp 3.500, sementara jika dibandingkan di tempat lain, harganya bisa sampai Rp4.000 hingga Rp5.000 per baglog. 

"Saya mengetahui lokasi ini dari media sosial dan dari teman juga karena biasa teman-teman perempuan di sini banyak yang juga memasarkan jamur tiram milik Dianawati," pungkasnya.

Video Terkait