Jenis Media Tanam Aglonema agar Tumbuh Subur Lengkap dengan Cara Membuatnya

Ilustrasi media tanam. (Unsplash)

Editor: Tanti Malasari - Jumat, 29 Juli 2022 | 14:00 WIB

Sariagri - Ada banyak faktor yang mempengaruhi suatu tanaman hias dapat tumbuh subur, salah satunya adalah pemberian media tanam aglonema yang tepat. Pada dasarnya membuat media tanam tanaman cantik ini tidaklah sulit.

Daripada membeli media tanam aglonema siap pakai, sebenarnya kamu juga bisa lho membuat media tanam ini sendiri di rumah. Apalagi cara membuat media tanam ini terbilang cukup mudah dilakukan.

Secara garis besar bahan yang digunakan tidaklah sulit, hanya campuran sekam mentah atau sekam bakar, tanah dan tambahan pupuk daun seperti Gandasil D / Growmore atau pupuk kandang.

Selain itu ada beberapa bahan-bahan lain yang bisa digunakan. Apa saja, yuk simak dibawah ini.

Media Tanam Aglaonema agar Akar Tidak Busuk

Persoalan tanaman aglonema yang sering terjadi adalah akar tanaman yang busuk. Kondisi ini bisa dicirikan dari kondisi daun yang menguning, akar sedikit berbau, layu, tidak kokoh, hingga batang pada bagian akar lembek dan lunak. Untuk mencegahnya kamu bisa menggunakan media tanam aglonema yang bagus, seperti misalnya:

Lantas bagaimana cara membuatnya, yuk intip cara pembuatannya disini.

1. Sekam Mentah

Salah satu bahan yang harus digunakan agar akar tidak busuk adalah menggunakan bahan-bahan organik. Salah satunya yaitu sekam mentah. Bahan-bahan ini berperan untuk membantu melonggarkan sehingga memungkinkan distribusi air yang lebih merata dan aliran oksigen lebih baik.

2. Pasir Malang

Tidak hanya sekam bakar, tetapi kamu juga bisa menambahkan bahan lain seperti pasir malang sebagai bahan untuk membuat media tanam aglaonema. Tahukah kamu, pasir malang ini terbukti memiliki manfaat yang baik untuk tanaman hias.

Perannya penting sebagai porositas atau membantu air mudah mengalir dalam tanah, sehingga kelembapan akar tetap terjaga dan mencegah akar menjadi busuk.

3. Pakis Cacah

Bahan selanjutnya adalah pakis cacah. Pakis cacah ini sebenarnya berasal dari tanaman pakis yang membantu mengikat air dan melancarkan drainase dalam tanah. Hal ini membuatnya dapat dijadikan sebagai media tanam aglaonema agar tidak busuk.

4. Cocopeat

Selain itu, ada juga bahan dari cocopeat, yang merupakan media tanam organik yang berbahan dasar dari serbuk sabut buah kelapa. Cocopeat ini memiliki daya serap air yang cukup tinggi dan dapat menyimpan air dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan tanah. Kamu bisa menyiapkan cocopeat dengan tambahan sekam bakar serta andam kaliandra serta kompos.

Cara membuat media tanam aglonema berdasarkan ukuran

1. Media tanam untuk bonggol atau aglonema anakan

Penggunaan media tanam aglonema ya juga terbagi menjadi beberapa jenis yang disesuaikan dengan ukuran dari aglonema itu sendiri. Umumnya sebelum menjadi aglonema dewasa, tanaman ini dimulai dari bonggol.

Saat masih kecil seperti ini, sebaiknya gunakan media tanam racikan yang terbuat dari sekam dan tanah, dengan perbandingan 3:1. Tujuannya agar media tanam tidak terlalu padat dan tetap gembur untuk digunakan.

2. Media tanam untuk aglonema remaja

Ketika sudah memasuki usia remaja, media tanam yang digunakan bisa sedikit berbeda. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat media tanam aglonema remaja yaitu sekam, tanah dan kotoran hewan, dengan perbandingan 2:1,5.

Baca Juga: Jenis Media Tanam Aglonema agar Tumbuh Subur Lengkap dengan Cara Membuatnya
Beragam Jenis Aglonema Hijau yang Cantik Jelita Berserta Cara Merawatnya

Penambahan kotoran hewan ini menjadi nutrisi tambahan agar aglonema cepat tumbuh besar dan perkembangannya maksimal.

3. Media tanam untuk aglonema dewasa

Sementara untuk aglonema dewasa atau sudah besar, media tanamnya sedikit berbeda. Pasalnya aglonema dewasa tentu saja membutuhkan media tanam yang memiliki nutrisi lebih banyak. Jika tidak aglonema kesayangan kamu akan mengalami pertumbuhan yang lambat akibat kurang nutrisi.

Oleh karena itu takaran racikan media tanam ini harus ditambah menyesuaikan dengan ukuran tanaman, dengan komposisi 2:1:1, yakni 2 sekam, 1 tanah, dan 1 kotoran hewan.

Bagaimana Sobat Agri, tertarik untuk mencobanya?

Video Terkait