Tertarik Manfaatkan Lahan Sempit, Kisah Milenial Bangun Usaha Hidoroponik

Petani milenial asal Bali, I Nyoman Tantra Pradnyana (istimewa)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:15 WIB

Sariagri - Kisah petani milenial kali ini datang dari seorang pemuda asal Bali, I Nyoman Tantra Pradnyana (23). Tantra, sapaan akrabnya sudah memulai usaha hidroponik sejak 10 September 2018 lalu. Kala itu, ia tertarik untuk membangun pertanian modern dengan memanfaatkan lahan sempit di pekarangan agar lebih produktif dan dapat menghasilkan.

"Tampilan yang unik dan terlihat rapi membuat saya tertarik untuk mempunyai hidroponik dengan skala rumahan yang hasil panennya dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri," ujar Tantra kepada Sariagri, Selasa (3/8).

Usaha Gumineponik

Alumni dari Fakultas Pertanian, Universitas Udayana ini awalnya menanam hidroponik sebanyak 50 lubang tanam. Kemudian seiring berjalannya waktu dan permintaan pasar naik, ia menambah kapasitas hingga menjadi 250 lubang tanam pada 2019. Ia memberi nama hidroponik miliknya dengan nama Gumineponik.

"Pada tahun 2019 gumineponik mulai berkembang dan memiliki produk berupa jus sayur dan buah yang merupakan olahan pasca panen dari kebun gumineponik, sayur yang berasal dari kebun hidroponik sendiri dan buah yang berasal dari petani lokal. Selanjutnya tahun 2020 gumineponik mendapatkan bantuan dana dari KBMI (Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia) dan berkembang hingga saat ini memiliki 1500an lubang tanam," katanya.

Tantra menjelaskan filosofi dibalik nama Gumineponik. Ia menggabungkan dua kata dari Gumine dan Ponik. Gumine dalam bahasa bali artinya 'dunianya', sementara 'ponik' artinya hidroponik.

"Jadi artinya dunianya hidroponik, tujuannya untuk membuat udaha hidroponik dengan konsep hulu ke hilir dari penanaman, perawatan, panen, menjual perlengkapan hidroponik, sampai ke olahan pasca panennya," ucapnya.

Teknik Budidaya Hidroponik

Tantra mengatakan teknik atau metode yang digunakan adalah Teknik budidaya hidroponik yaitu secara DFT(Deep Flow Technique). Ia menjelaskan bahwa sistem ini merupakan mode air tergenang dalam pipa PVC atau gully.

"Air tetap dialirkan melalui tandon nutrisi lewat pompa air yang di alirkan di setiap pipa, air yang di alirkan tidak mengalir secara langsung, melainkan tergenang. Kelebihan dari metode ini adalah tanaman hidroponik menjadi lebih aman ketika listrik padam, karena masih terdapat air yang menggenang pada pipa," tuturnya.

Baca Juga: Tertarik Manfaatkan Lahan Sempit, Kisah Milenial Bangun Usaha Hidoroponik
Tetap Produktif saat Pandemi, Pria Ini Pilih Kembangkan Hidroponik

Hasil Panen

Tantra mengatakan hasil panen saat ini dibagi menjadi dua, pertama dikirimkan ke supplier tetap setiap 2-3 hari sekali. Kedua, hasil panen dimanfaatkan untuk diolah menjadi produk olahan seperti jus sayur dan buah.

"Untuk hasil panen setiap bulannya dari 1500-an lubang tanam tersebut kurang lebih 100-150 kg setiap bulannya," pungkasnya.

Video Terkait