Kisah Milenial Sukses Ekspor Olahan Rumput Laut dan Kelapa Ke Mancanegara

Ilustrasi rumput laut (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Kamis, 4 Agustus 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Humam Kurniadhitama (25) merupakan seorang milenial asal Semarang yang sukses menjadi eksportir di bidang produk pertanian. Sarja Teknik Mesin dari Universitas Diponegero ini sukses menjual rumput laut dan produk olahan kelapa hingga ke berbagai negara.

Kisah awal perjalanan dirinya menjadi pebisnis di bidang pertanian pun ketika momen Pandemi COVID-19. Kala itu, perkuliahan sedang pembelajaran lewat online sehingga tidak kegiatan di kampus. Tak mau hanya diam di rumah, Humam pun berpikir agar tetap produktif.

"Saya mengambil hikmah dari pandemi kemarin. Kuliah itu semuanya online, jadi memang kebetulan saya mahasiswa tingkat akhir tidak ada kuliah, jadi saya gabisa diem, lantas berpikir kira-kira apa yang bisa saya kembangkan," katanya dalam sebuah webminar, Rabu (3/8).

"Saya menganalisa diri ternyata punya minat untuk jualan. Saya melihat jualan milenial sekarang supaya tidak sama dengan mereka. Mungkin jualan di pasar internasional," sambungnya.

 Humam Kurniadhitama, eksportir olahan kelapa dan  a target='_BLANK' href='//sariagri.id/tags/37743/rumput'rumput/a  laut (Youtube)
Humam Kurniadhitama, eksportir olahan kelapa dan rumput laut (Youtube)

Humam mengatakan faktor umur bukan menjadi hambatan, sebaliknya justru di usia belia ini menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya untuk bisa berjualan di pasar internasional.

"Keterbatasan itu bukan jadi hambatan buat saya, sebaliknya jadi tantangan tersendiri. Artinya memang susah tapi tidak ada yang tidak mungkin, karena yang susah itu kalau kita mau belajar akan menjadi mudah," tuturnya.

Ekspor Produk Rumput Laut dan Olahan Kelapa

Humam menilai bahwa pasar internasional merupakan pasar yang fair. Artinya, kualitas barang yang berbicara bukan lagi soal pamor atau branding.

"Jadi ketika barang yang saya jual itu jelek maka memang jelek, dan kalau barang bagus memang barangnya bagus. Nah buyer saya tidak pernah memikirkan seberapa terkenal saya di Indonesia dan sebagainya yang penting kredibilitas perusahaan saya dan komitmen saya ketika berdagang dengan buyer saya," tuturnya.

Untuk menjadi eksportir rumput laut, awalnya Humam mengunjungi lokasi budidaya rumput laut ke seluruh pulau Jawa, mulai dari daerah Serang, Banten hingga Sidoarjo Jawa Timur. "Saya temui petani rumput laut, pengepul hingga konsumen," terangnya.

Ada beberapa rumput laut yang Humam jual mulai dari sargassum, cottoni, gracilaria dan spinossum. Kini, ia sedang fokus untuk pengembangan teknologi di mana value rumput laut yang dijualnya bisa lebih tinggi.

"Sebenarnya yang saya jual ini masih raw material belum bisa dibilang pengolahan. Kendala budidaya rumput laut ini adalah cuaca, hama dan penyakit serta mahkluk lainnya seperti penyu," bebernya.

Baca Juga: Kisah Milenial Sukses Ekspor Olahan Rumput Laut dan Kelapa Ke Mancanegara
Tertarik Manfaatkan Lahan Sempit, Kisah Milenial Bangun Usaha Hidoroponik

Disisi lain, untuk produk ekspor olahan kelapa terbagi menjadi dua, yakni untuk makanan dan bukan makanan. Olahan kelapa untuk makanan, seperti Desiccated Coconut, Coconut Sugar dan Coconut Oil. Sementara itu, untuk produk bukan makanan adalah cocopeat, coco fiber, lidi dan arang kelapa.

"Ekspor olahan kelapa kemarin sempat kirim olahan dari daging kelapa, seperti bekas perasan santan atau Dessiccated coconut. Itu kemarin saya kirim ke Oman. Kemudian coconut sugar, dimana di pasar internasional ini menjadi barang yang mahal," pungkasnya.

Video Terkait