Catat Hal Ini jika Kamu Ingin Menanam di Green House

Ilustrasi Green House (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Putri - Selasa, 23 Agustus 2022 | 02:00 WIB

Sariagri - Meski masih sangat jarang, bercocok tanam di green house atau rumah kaca menjadi salah satu pilihan. Hal ini karena menanam di green house diyakini lebih baik bagi pertumbuhan tanaman.

Selain itu, kuantitas dan kualitas hasil produksi tanaman lebih tinggi dibandingkan penanaman di lahan terbuka, serta tanaman bisa tumbuh di setiap musim. Namun, sebelum kamu memulai untuk bercocok tanam di green house, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Berikut adalah beberapa tips dalam bertanam di green house.

1. Pembangunan Greenhouse

Posisi green house dianjurkan memanjang dari timur ke barat agar tanaman mendapatkan panas lebih panjang di siang hari. Disarankan pula untuk meletakkan pemanas atau pendingin buatan yang dibutuhkan saat musim tertentu.

Selain itu, ventilasi dipastikan tetap bekerja maksimal dan seimbang. Jadi selain tanaman, perhatikan pula kondisi lingkungan dan bangunan fisik dari green house agar proses budidaya dapat berjalan dengan baik.

2. Pemilihan Tanaman yang Tepat

Meskipun greenhouse bersifat steril, hama dan penyakit tetap dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Maka dari itu, tetap pastikan juga tanaman tidak membawa bibit penyakit. Gunakan bibit-bibit tahan hama dan memiliki sifat unggul.

Dengan demikian, pertumbuhan tanaman dapat lebih optimal dan menghasilkan produktivitas yang tinggi.

3. Pengecekan Rutin Harian

Pengecekan rutin dilakukan setiap hari untuk melihat ada atau tidaknya hama yang menyerang. Hama akan mengganggu pertumbuhan tanaman sehingga produksinya kurang maksimal.

Selain itu, dilakukan pula pemantauan terhadap pengairan. Tanah yang basah akan mudah memunculkan jamur dan sumber penyakit lainnya.

4. Pembatasan Batas pada Tanaman Tertentu

Beberapa tanaman sebaiknya tidak ditanam secara berdampingan. Maka dari itu, perlu diberi pembatas antara tanaman yang satu dengan yang lainnya. Tanaman-tanaman buah dipisahkan dari tanaman bunga. Pemisahan tersebut dilakukan agar tidak terjadi perpindahan hama antar tanaman. Pembatas dapat berupa plastik atau jaring.

5. Isolasi Tanaman Tertentu

Jika terdapat tanaman yang terkena hama atau penyakit, sebaiknya dilakukan isolasi. Tanaman dijauhkan dari tanaman lain yang sehat.

Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyebaran penyakit yang lebih luas. Bakar tanaman yang berpenyakit atau setidaknya keluarkan dari green house untuk disembuhkan secara terpisah.

Baca Juga: Catat Hal Ini jika Kamu Ingin Menanam di Green House
Ilmuwan Sebut Tanaman Vanila Beri Keuntungan Ekonomi dan Ekologi

6. Pemasangan Jaring di Green House

Hama dapat masuk ke dalam green house jika perlindungannya kurang maksimal. Maka dari itu, green house perlu dipasang semacam jaring untuk mencegah datangnya serangga.

Jaring juga berfungsi untuk menjaga aliran udara di dalam green house agar tetap bersirkulasi dengan baik. Alat jebakan serangga juga bisa ditambahkan untuk memaksimalkan pengontrolan organisme pengganggu tanaman.

Video Terkait