Perusahaan Buah ‘Listing’, Jadi Emiten ke-807 di BEI

Direksi PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) usai mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Editor: Yoyok - Selasa, 9 Agustus 2022 | 13:15 WIB

Sariagri - Perusahaan buah, PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH), resmi mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (9/8). BUAH menjadi emiten ke-41 yang listing sepanjang 2022 dan ke-807. Harga penawaran saham saham perusahaan buah ini yaitu Rp388 per lembar. 

Melalui penawaran umum saham BUAH, terlihat antusiasme publik yang digelar pada 2-5 Agustus 2022. Dalam IPO ini, Segar Kumala Indonesia melepas maksimal 20 persen sahamnya ke publik atau sebanyak-banyaknya 200.000.000 lembar saham, sehingga perseroan memperoleh dana Rp77,6 miliar.

"Puji syukur kepada Tuhan, pada hari ini kami berhasil mencapai milestone baru melalui IPO yang merupakan aksi korporasi strategis. Melalui IPO ini tentunya akan semakin memperkuat bisnis perusahaan untuk memenuhi kebutuhan buah, sayur, dan unggas masyarakat di Tanah Air," kata Direktur Utama BUAH, Renny Lauren dalam acara listing di Jakarta.

Renny menyebut, IPO ini menjadi momen penting bagi perusahaan yang telah bertransformasi dari bisnis kecil keluarga menjadi perusahaan publik. Kini, Perseroan memiliki akses keuangan dan jejaring bisnis yang terbuka lebar, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan peluang pasar yang bertumbuh cepat khususnya untuk mempermudah mobilitas masyarakat agar lebih efektif dan efisien.

Adapun seluruh dana yang diperoleh dari hasil penjualan saham setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja Perseroan dengan alokasi 75 persen dan sisanya untuk membuka cabang baru Perseroan. Dalam aksi korporasi ini BUAH menunjuk Penjamin Pelaksana Emisi Efek yakni PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.

Direktur BUAH, Vianita Januarini mengatakan saat ini fundamental perseroan sangat baik. Perseroan juga telah menetapkan target pertumbuhan penjualan 40-50 persen tahun ini melihat permintaan masyarakat yang semakin tinggi akan produk segar dan sehat baik dari buah atau sayuran.

"Pada kuartal I/2022 ini kami telah mencatatkan penjualan sekitar Rp200 miliar, kami optimistis kinerja tahun ini akan berjalan sesuai rencana yang kami tetapkan," katanya.

Secara keseluruhan, Perseroan berhasil mencatatkan tren pertumbuhan yang baik dalam tiga tahun terakhir kendati pandemi Covid-19 melanda di seluruh dunia. Bahkan, penjualan bersih Perseroan pada tahun lalu tembus menjadi Rp1,02 trilun atau mengalami peningkatan sebesar 32,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal itu disebabkan oleh peningkatan kebutuhan dan daya beli masyarakat untuk buah-buahan dan ketersediaan stok barang yang lebih stabil dari tahun sebelumnya terutama untuk item-item yang utama seperti Apel, Anggur, Jeruk, dan Pir.

Sejalan dengan hal tersebut pada tahun lalu, Perseroan juga mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 35,54 persen menjadi Rp37,28 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Perusahaan Buah ‘Listing’, Jadi Emiten ke-807 di BEI
RI dan Timor Leste Kerja Sama Pertanian hingga Perdagangan

Dari sisi aset, Perseroan juga berhasil mencatatkan peningkatan sebesar 20,62 persen menjadi Rp247,28 miliar pada periode 2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun saat ini secara keseluruhan, perseroan sudah memiliki 9 cabang cold storage dan distribusi aktif yang tersebar di seluruh Indonesia.

Perseroan juga memiliki 3 jalur distribusi utama dalam menjalankan usahanya yang berpusat di kota besar yakni Medan, Jakarta, dan Surabaya. Buah-buahan yang diimpor oleh Perseroan tiba di 3 pelabuhan utama tersebut untuk selanjutnya didistribusikan ke gudang penyimpanan cold storage Perseroan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Video Terkait