Mengenal Kantor Biofilik, Menyatukan Tanaman dan Bangunan di Ruang Kerja

Ilustrasi desain biofilik. (Pixabay)

Penulis: Gloria, Editor: Reza P - Sabtu, 20 Agustus 2022 | 23:00 WIB

Sariagri - Kantor biofilik mungkin masih terasa asing di telinga. Kantor dengan desain biofilik tersebut artinya menyatukan elemen alami ke dalam bangunan.

Melansir Malay Mail, beberapa tahun belakangan, tanaman hijau telah ditanam di sekitar ruang kerja terbuka dalam upaya untuk menghidupkan kembali kantor. Tanaman dapat menenangkan, membantu memerangi stres dan meningkatkan kreativtas dan produktivitas karyawan.

Selama beberapa tahun ini, alam telah diundang ke gedung perkantoran melalui sejumlah instalasi tanaman. Mereka tumbuh di seluruh area kerja kolektif untuk hidup.

Tren bernama desain biofilik tersebut mengacu pada integrasi elemen alam dalam desain bangunan atau ruang interior.

Banyak perusahaan teknologi besar menganggap desain biofilik sebagai model untuk pengaturan kantor mereka. Contohnya, Amazon saat membuka kantor pusatnya di Seattle dengan membawa hampir 40 ribu tanaman, membuat rumah pohon, dan membangun air terjun di ruang yang terdiri dari tiga kubah kaca yang terhubung, yang disebutnya The Spheres.

Kemudian, Google mengikutinya di kampus New York City yang baru, di mana taman alam berhektar-hektar merupakan ekosistem yang sesungguhnya.

Ada beberapa aspek yang menjelaskan mengapa perusahaan beralih ke jenis desain kantor biofilik ini seperti keindagan dari ruang hijau yang menenangkan, mengurangi stres dan meningkatkan kreativitas.

Cary Cooper, seorang peneliti dan profesor yang mengkhususkan diri dalam psikologi organisasi, menekankan bahwa membawa alam ke dalam ruang kerja adalah investasi yang bijaksana dalam kesehatan dan produktivitas karyawan.

Baca Juga: Mengenal Kantor Biofilik, Menyatukan Tanaman dan Bangunan di Ruang Kerja
Mengenal Gelombang Cinta, Tanaman Hias yang Sempat Hits dan Bikin Kantong Bolong

Laporannya, Human Spaces, menjelaskan secara mendalam bagaimana lingkungan tanpa alam dapat menciptakan perselisihan. Artinya, lingkungan seperti itu dapat memiliki efek negatif pada kesehatan dan kesejahteraan.

Ditambahkan Anggota Tim Google, Michele Neptune, yang menilai tempat kerja yang bisa mengurangi stres memang dibutuhkan.

"Kami ingin menciptakan tempat kerja yang mengurangi stres, meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan kreativitas — semua ini membuat karyawan kami lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih terlibat dalam pekerjaan mereka,” katanya kepada Financial Times.

Video Terkait