Kena PHK saat Pandemi, Kini Ade Sukses Raup Cuan dari Hidroponik

Petani milenial asal Kuningan, Ade Cahya Lukmana (Istimewa)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 18 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Sariagri - Berawal dari hobi menanam, Ade Cahya Lukmana (24) kini membangun usaha hidroponik. Pria asal Kuningan, Jawa Barat itu menekuni usaha hidroponik sejak terkena pemberhentian hubungan kerja (PHK) akibat pandemi COVID-19.

"Awal mula saya membangun usaha hidroponik ini karena dulu saya sebelum nya adalah karyawan pabrik di salah satu perusahaan swasta. Namun karena waktu itu sedang pandemi COVID-19, saya terkena dampak pengurangan karyawan jadi saya memutuskan untuk kembali ke rumah dan pada saat itu saya berfikir bagaimana cara nya untuk bisa mengisi waktu luang ini dengan cara yang positif namun juga produktif. Muncul lah ide untuk berhidroponik," ujar Ade kepada Sariagri beberapa waktu lalu.

Awal menanam, Ade lebih banyak belajar hidroponik secara otodidak lewat media sosial Youtube. Kala itu ia sempat mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah modal.

"Banyak kendala dan kekurangan kak waktu itu apalagi dari segi modal. Dulu saya memulai nya dengan memanfaatkan barang barang bekas sebagai media tanam nya. Dulu saya menanam sekitar kurang lebih 30 lubang tanam," ujarnya.

Ade memanfaatkan barang-barang bekas untuk usaha hidroponiknya, seperti dirigen bekas minyak, botol bekas hingga sytrfoam bekas.

"Pertamanya saya belum kepikiran untuk bisa mengembangkan bisnis hidroponik ini karena tujuan pertama nya itu tau dulu bagaimana proses pertumbuhan tanaman dari mulai semai hingga panen. Dari sana saya banyak belajar hal mengenai pertumbuhan suatu tanaman dari mulai semai hingga panen," jelasnya.

Setelah mengetahui soal cara menumbuhkan hidroponik, Ade memutuskan untuk menjual hasil panennya. Namun, proses penjualan pun menjadi tantangan tersendiri bagi Ade. Sebab, pertanian hidroponik masih belum banyak dikenal oleh masyarakat di wilayahnya.

"Produk hasil pertanian ini terbilang masih sangat awam dikalangan masyarakat sekitar. Pengenalan sayuran untuk mengedukasi masyarakat adalah langkah awal untuk bisa diterima baik di kalangan masyarakat," tuturnya.

"Alhamdulillah seiring berjalannya waktu dan terus mengedukasi masyarakat tentang produk hasil hidroponik ini, ada beberapa rumah makan yang sudah mengajak kerja sama untuk suplai sayuran nya dari kebun kami," sambungnya.

Baca Juga: Kena PHK saat Pandemi, Kini Ade Sukses Raup Cuan dari Hidroponik
Melihat Antusiasme Warga Tinggi, Ini Kisah Bani Kembangkan Hidroponik

Kini pertanian hidroponik milik Ade sudah semakin berkembang, dimana ia sudah memiliki 217 lubang tanam hidropnik. Ia pun menanam berbagai macam sayuran, seperti salada, sawi, pakcoy dan kangkung. Ia juga menanam hidroponik menggunakan sistem DFT (Deep Flow Technique) dan rakit apung.

"Dalam sebulan bisa panen 7,5 sampai 8 kilogram. Penjualan baru sekitaran sini wilayah Kabupaten Kuningan. Omset berkisar Rp3 juta sampai Rp4 juta," pungkasnya.

Video Terkait