Langkah Mudah yang Harus Dilakukan Jika Ingin Budidaya Jamur Tiram

Ilustrasi jamur tiram (Pxhere)

Penulis: Triana, Editor: Tanti Malasari - Kamis, 25 Agustus 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Budidaya jamur tiram tergolong cukup mudah. Pasalnya, kamu bisa melakukannya di rumah tanpa perlu lahan yang luas. Secara fisik, jamur tiram bisa dikenali dari bentuknya yang lebar seperti payung dan memiliki warna putih.

Jamur jenis ini termasuk salah satu jenis jamur yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Dibalik teksturnya yang lembut dan kenyal, ada segudang manfaat jamur tiram untuk kesehatan. Mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, hingga mencegah kanker.

Selain itu, jamur tiram memiliki rasa yang lezat dan mudah diolah. Baik diolah menjadi jamur tiram goreng tepung, sebagai tumisan, atau campuran sup. Keunggulan tersebutlah yang membuat banyak orang tertarik budidaya jamur tiram di rumah.

Bila tertarik ingin budidaya jamur tiram, berikut langkah-langkahnya:

1. Pilih bibit jamur tiram

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan memilih bibit terbaik. Pasalnya pemilihan bibit menentukan tingkat keberhasilan budidaya jamur tiram.

2. Siapkan tempat penyimpanan

Langkah selanjutnya adalah dengan menyiapkan kumbung atau tempat penyimpanan jamur. Kumbung berisi banyak rak untuk meletakkan baglog atau dikenal dengan media tanam jamur.

Kumbung biasanya berupa ruangan yang terbuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung terbuat dari papan, dan atapnya menggunakan genteng. Supaya proses budidaya jamur berjalan lancar, disarankan tidak menggunakan atap asbes karena membuat kumbung jadi panas.

3. Siapkan baglog sebagai media tanam

Apabila kumbung sudah siap, kamu bisa mulai menyiapkan baglog sebagai media tanamnya. Umumnya baglog akan diisi dengan campuran serbuk gergaji serta bibit jamur tiram. Kemudian, baglog dibungkus plastik dan diberi lubang pada bagian atasnya.

Jika dirasa terlalu sulit, kamu dapat langsung membeli baglog siap tanam di toko tanaman.

4. Perawatan baglog jamur tiram

Setelah baglog sudah siap, diamkan baglog selama lima hari. Setelah itu, buka penutup baglog dan biarkan selama tiga hari. Selama tiga hari ini disarankan untuk tidak menyiram baglog. Cukup siram lantai tanah pada kumbung untuk menjaga kelembaban ruangan.

5. Cegah hama pada jamur tiram

Salah satu hama pengganggu budidaya jamur tiram adalah ulat. Biasanya, hama ulat muncul pada kumbung yang lembab dan kotor. Untuk itu, pastikan menjaga kebersihan kumbung untuk mencegah munculnya hama ulat yang dapat merusak bibit jamur tiram.

Baca Juga: Langkah Mudah yang Harus Dilakukan Jika Ingin Budidaya Jamur Tiram
Mengenal Jamur Tiram, Tumbuhan yang Punya Kandungan Gizi Melimpah

Semprot daerah di sekitar kumbung dengan formalin dan jaga suhu kumbung antara 16-24 derajat Celcius.

7. Panen jamur tiram

Biasanya, jamur tiram akan siap panen setelah satu bulan. Segera panen jamur sebelum warnanya berubah menjadi kuning kecoklatan. Tanda jamur tiram siap panen adalah kondisi ujung jamur sudah semakin besar layaknya mahkota bunga berwarna putih.

Hindari memetik jamur dengan tangan agar tidak terjadi pembusukan pada jamur tiram. Gunakan pisau tajam untuk memotong batang jamur tiram. Jamur tiram akan siap panen lagi setelah dua minggu sejak masa panen pertama.

Video Terkait