Mengenal Food Estate Berbasis Mangga di Gresik

Presiden Jokowi meluncurkan Food Estate berbasis Mangga. (Ilustrasi Faisal Fadly)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 23 Agustus 2022 | 20:45 WIB

Sariagri - Food estate atau lumbung pangan merupakan salah satu langkah strategis pemerintah di bidang pertanian untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Pada Senin 22 Agustus 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Food Estate berbasis Mangga, di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Seperti diketahui, sektor pertanian memberi kontribusi yang cukup baik pada ekonomi Tanah Air, karena sektor ini terus bertumbuh positif. Salah satu subsektor pertanian yakni hortikultura yang masih berpotensi untuk didorong guna meningkatkan kesejahteraan petani, ekonomi daerah, ekonomi nasional dan bahkan mampu meningkatkan devisa negara melalui ekspor.

Tercatat pada Triwulan II-2022 sektor pertanian tumbuh sebesar 1,37% (yoy). Selain itu, BPS mencatat penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian pun meningkat signifikan, dapat dilihat dari distribusi penduduk yang bekerja mencapai 29,96% atau sekitar 1,86 juta orang per tahun (yoy).

Melihat potensi ini, tak salah jika Food Estate berbasis Mangga diluncurkan. Mengingat, produksi Mangga di Jawa Timur memberikan kontribusi terbesar di tingkat nasional yaitu sebesar 1,2 juta ton (42 persen), dengan luas areal 15.547 Hektar atau dengan jumlah pohon yang menghasilkan sebanyak 17.273.128 pohon, dan produksinya sebesar 1.167.114 ton.

Tak hanya itu, Kabupaten Gresik sendiri merupakan salah satu sentra produksi mangga di Jatim dengan luas area tanam seluas 9.702 hektar, jumlah pohon yang menghasilkan sebanyak 2.532.614 pohon, dengan produksi sebesar 67.592 ton dan produktivitas 7 ton/ha.

Mengenal Food Estate Berbasis Mangga di Gresik

Mengenal Food Estate Berbasis Mangga. (Ilustrasi Faisal Fadly)
Mengenal Food Estate Berbasis Mangga. (Ilustrasi Faisal Fadly)

Food Estate berbasis Mangga yang ada di Gresik ini merupakan kawasan mangga terintegrasi berskala luas yang pertama dikembangkan di Indonesia. PT Galasari Gunung Sejahtera selaku offtaker akan mengembangkan mangga berkualitas impor, bahkan tidak kalah dengan hasil bumi negara lain.

Tidak hanya itu saja, demi melancarkan lumbung pangan ini, PT Galasari menghibahkan lahan seluas 40 hektar untuk embung air guna mengairi lahan milik petani di empat kecamatan.

Mengenal Food Estate Berbasis Mangga. (Ilustrasi Faisal Fadly)
Mengenal Food Estate Berbasis Mangga. (Ilustrasi Faisal Fadly)

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi berharap, ke depan Food Estate berbasis Mangga bisa terintegrasi dengan sejumlah infrastruktur pendukung yang sudah dibangun oleh pemerintah. Keberadaan lumbung pangan ini bisa menjadi konektivitas antara petani dan pengelola.

Presiden Jokowi meresmikan Food Estate berbasis Mangga. (Ilustrasi Faisal Fadly)
Presiden Jokowi meresmikan Food Estate berbasis Mangga. (Ilustrasi Faisal Fadly)

Dalam proses pemasaran mangga di PT. Galasari Gunung Sejahtera (PT. GGS) ini, Plasma/Kebun Inti ke Packing House PT. GGS kemudian ke Pasar Modern, Horeka.

Baca Juga: Mengenal Food Estate Berbasis Mangga di Gresik
Food Estate Mangga Seluas Ribuan Hektar di Gresik Perkuat Ketahanan Pangan

Pada model ini, mangga dari kebun plasma atau kebun inti milik PT. GGS dikirim ke packing house PT. GGS untuk dilakukan sortasi dan selanjutnya dipasarkan ke pasar modern dan untuk memenuhi kebutuhan Horeka.

PT. GSS sendiri dalam food estate ini akan mengembangkan mangga varietas Malaba, Gadung-21, Arummanis dan Garifta.

Tujuan Food Estate berbasis Mangga di Gresik. (Ilustrasi Faisal Fadly)
Tujuan Food Estate berbasis Mangga di Gresik. (Ilustrasi Faisal Fadly)

Video Terkait