Bebas Hama Lalat Buah, Mangga Indonesia Siap Diekspor ke Jepang

Ilustrasi mangga (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Rabu, 7 September 2022 | 16:45 WIB

Sariagri - Institut Pembangunan Jawa Barat (Injabar Unpad) bersama Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian berhasil meriset lalat buah (Bactrocera Occipitalis) pada buah mangga di Indonesia, yang menjadi hambatan ekspor mangga ke Jepang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tidak ada hama lalat buah di pulau Jawa.

"Sehingga tidak perlu khawatir dalam melakukan proses ekspor mangga ke luar negeri, dalam hal ini Jepang," ujar Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Keri Lestari, Rabu, 7 September 2022.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr Agus Susanto dari Fakultas Pertanian Unpad ini mengungkapkan bahwa hama lalat buah hanya ditemukan di wilayah pinggir hutan Kalimantan Utara, jauh dari pemukiman. Di sana, lalat tersebut ditemukan dari buah jambu dan belimbing, sementara dari buah mangga disana tidak ditemukan lalat tersebut pada saat penelitian ini berlangsung.

Tim Injabar dan Barantan Tarakan bersama-sama melakukan trapping dan menemukan sekitan 2800 lalat buah, dari jumlah tersebut hanya ditemukan 14 lalat yang secara morfologis mirip dan setelah dilanjutkan dengan PCR untuk mengkonfirmasi secara genetik, ditemukan 4 lalat yang terkonfirmasi sebagai B. Occipitalis.

Keri juga menyampaikan bahwa penelitian Dr Susanto yang dilaksanakan selama kurang lebih 15 tahun ini mengobservasi lalat buah di sentra mangga Sumedang Jawa Barat tidak menemukan lalat buah B. Occipitalis. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal internasional.

Keri menyampaikan pada tanggal 5 September 2022 lalu, final report riset kolaborasi tim Injabar Unpad, Faperta Unpad, Barantan Kementan RI dan didukung PT Minaqu Indonesia telah dipaparkan pada tim ministry of agriculture, forestry and fisheries (MAFF) Jepang yang difasilitasi Kedubes Jepang, Atase Pertanian, Atase Perekonomian dan Atase Perdagangan RI untuk Jepang. Dalam paparannya, MAFF mengapresiasi penelitan dan riset yang dilakukan.

"Jadi pertama tidak perlu takut karena lalat buah itu ada tapi tidak banyak, dan posisinya di Tarakan Kalimantan, jauh dari sentra mangga di Jawa Barat. Kedua kita juga tidak perlu khawatir karena ada proses di Karantina terhadap semua produk-produk buah dan sayuran. Artinya ada aturan yang cukup ketat untuk pemindahan produk dari Kalimantan ke Jawa," ujarnya

"Tentu kita berharap, proses ekspor mangga kita ke Jepang dapat segera berjalan dengan baik. Riset dan diplomasi ini untuk mendukung pembukaan akses ekspor mangga Gedong Gincu ke Jepang," sambungnya.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong ekspor buah mangga Indonesia dapat dilakukan secara masif. Menurut SYL, potensi mangga Indonesia sangat besar dan bisa dijadikan sebagai modal utama dalam meningkatkan kinerja ekspor buah. Sentuhan teknologi menjadi upaya utama untuk merealisasikan potensi tersebut.

Baca Juga: Bebas Hama Lalat Buah, Mangga Indonesia Siap Diekspor ke Jepang
One Day with Indonesian Coffee Fruits and Flowers di Belgia Jadi Pintu Peningkatan Ekspor Produk RI

Apalagi, Indonesia menduduki posisi kelima sebagai produsen buah mangga dunia setelah India, China, Thailand, dan Meksiko. Tahun 2018 Produksi mangga di Indonesia bahkan mencapai 2.184.399 ton. Prestasi tersebut dapat menjadi peluang besar dalam peningkatan ekspor buah di Indonesia.

"Peningkatan kinerja ekspor buah dapat dilakukan melalui penerapan teknologi dan sistem jaminan mutu di seluruh rantai produksi melalui penerapan standardisasi produk hasil pertanian dari hulu ke hilir," jelasnya.

Video Terkait