Obati Luka Bakar dengan Madu, Amankah?

Ilustrasi madu hutan (pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 8 September 2022 | 21:30 WIB

Sariagri - Melakukan pengobatan alami untuk mengobati luka bakar ringan, ruam, dan gigitan serangga adalah praktik umum yang dilakukan selama berabad-abad. Pengobatan pertama luka bakar bertujuan untuk membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan saat sembuh. 

Beberapa orang memilih madu untuk meredakan rasa perih dari luka bakar ringan. Meski demikian, perlu diingat bahwa madu hanya aman digunakan pada luka bakar tertentu.

Mengutip jurnal berjudul Topical Application of Honey for Burn Wound Treatment, komponen madu yang bermanfaat sebagai penyembuhan luka adalah viskositas, kadar air, gula (terutama glukosa dan fruktosa), antioksidan, berbagai asam amino, vitamin dan mineral, glukosa oksidase, dan asam glukonat, yang memberi madu pH asam 3,2 hingga 4,5. 

Kontrol radikal bebas oleh madu, karena efek anti-oksidannya, membatasi kerusakan dan disfungsi multi-organ. Anti-bakteri pada madu, pH rendah, viskositas tinggi, efek higroskopis, dan kandungan hidrogen peroksidanya, memainkan peran efektivitas madu dalam pengobatan luka bakar. Madu juga menyediakan lingkungan yang lembab untuk kondisi penyembuhan yang optimal.

Cara Penggunaan Madu untuk Luka Bakar

Madu yang diperoleh dari sumber unifloral dan multifloral bisa digunakan untuk pengobatan luka bakar. Madu yang tidak diproses dan tidak diencerkan telah digunakan dalam studi klinis dan responsnya baik. 

Baca Juga: Obati Luka Bakar dengan Madu, Amankah?
Bingung Obati Bekas Luka pada Kulit? Coba Deh 4 Bahan Alami Ini

Pada luka bakar ringan, disarankan untuk segera menuangkan air keran pada luka bakar, karena akan mengurangi suhu. Setelah itu, madu bisa dioleskan. Tergantung pada areanya, 15-30 ml madu dapat dioleskan langsung ke luka bakar. Bisa juga dengan merendam kain kasa pada madu lalu dioleskan. 

Penggunaan kasa bertujuan mencegah madu mengalir keluar. Frekuensi penggantian pembalut tergantung pada seberapa cepat madu diencerkan oleh eksudat, yang menurun seiring dengan kemajuan penyembuhan. Untuk menghindari tercecernya madu, kamu juga dapat membeli kain kasa medis yang dilengkapi dengan madu yang sudah dioleskan.

 

Video Terkait