Kakek Menangis Lihat Ladang Semangkanya Dirusak, Pelaku Malah Dimaafkan

Ilustrasi ladang semangka rusak (Istimewa)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 9 September 2022 | 17:45 WIB

Sariagri - Seorang kakek alami nasib tragis setelah mengetahui ladang semangka yang akan segera dipanen telah dicuri dan dirusak. Pria tua itu hanya bisa terbaring pasrah di tanah sambil menangis karena kehilangan hasil panen yang sudah ia rawat selama berbulan-bulan.

Kakek bernama Phan Van Ton ini tinggal di Nghe An, Vietnam. Ia mengatakan bahwa ladang semangka ini ditanam oleh dirinya serta sang istri hampir 3 bulan yang lalu. Namun, pada suatu hari ia pergi ke ladang semangka yang sudah siap dipanen itu. Namun, saat pergi ke ladang ia malah mendapati kebunnya yang sudah dirusak dan diinjak-injak.

"Baru jam 11 siang saya pulang untuk makan. Sore hari, saya pergi mengunjungi ladang semangka dan menemukan bahwa semua buah besar telah dicuri, dan semua yang kecil telah diinjak-injak. Saya sangat sedih karena uang untuk benih, pupuk, perawatan dan pemeliharaan selama lebih dari 2 bulan telah hancur," ujar Pak Ton.

Sementara sang istri bernama, Dang Thi Chan, mengatakan bahwa ladang semangka itu untuk memberi makan 3 mulut mereka, yaitu suami istri dan cucu mereka. Namun, lebih dari setengahnya sudah tergenang air, sehingga semangkanya membusuk.

Mereka tinggal memiliki sisa lahan 1 hektar tanah yang masih ditumbuhi semangka untuk dipanen, tetapi malah dicuri dan dihancurkan oleh orang jahat.

Pada pagi hari tanggal 4 Juli, Tn. Ton pergi ke markas polisi komune Dien Ky untuk melaporkan kejadian tersebut dan memberikan informasi terkait kasus tersebut kepada polisi. Pak Ton juga berharap polisi segera menemukan pelaku pencurian dan perusakan kebun semangka miliknya.

Polisi Menahan 5 Tersangka

Hingga akhirnya, polisi setempat menemukan dan menahan lima tersangka. Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui bahwa tersangka masih sangat muda dengan rentang usia 17-22 tahun. Semuanya tersangka itu diketahui tak jauh dari lokasi kejadian. Mereka pun juga telah mengakui tindakannya kepada para penyidik.

Pada siang hari tanggal 3 Juli, setelah minum alkohol, para pelaku melampiaskan kemarahannya. Mereka kembali ke kebun semangka milik Pak Ton untuk menghancurkannya guna membalas dendam. Mengetahui pelaku sudah tertangkap, Pak Ton dan istrinya justru memberikan respon tak terduga. Mereka justru berharap pelaku bisa dibebaskan.

Baca Juga: Kakek Menangis Lihat Ladang Semangkanya Dirusak, Pelaku Malah Dimaafkan
Viral Kisah Kakek Berusia 70 Tahun Jualan Semangka Untuk Pengobatan Cucunya

Minta Pelaku Dimaafkan

Pak Ton mengatakan bahwa dia dan istrinya buta huruf, sehingga mereka meminta seseorang untuk menulis aplikasi untuk memaafkan para pelaku yang sebagian besar masih duduk di bangku sekolah.

Mereka berharap anak-anak itu bisa mengikuti ujian kelulusan sekolah menengah. “Saya hanya ingin permintaan maaf dari keluarga mereka. Dalam kehidupan setiap orang, ada kalanya mereka melakukan kesalahan," ungkap Pak Ton.

Video Terkait