Petani Apel Simpan Hasil Panen di Gua, Bisa Hemat Listrik 32 Persen!

Ilustrasi Apel Merah dan Hijau (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Kamis, 22 September 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - Petani apel di utara Italia punya cara unik untuk menyimpan hasil panen mereka, di mana mereka menggunakan lemari es alami yang diukir di bawah lereng bukit. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan terkendali pada suhu konstan di semua musim.

Tiga ratus meter di bawah kebun buah mereka di Predaia, sebuah kota kecil di wilayah Trentino, kelompok Melinda telah menciptakan 34 area pendingin di gua-gua yang luas, di mana mereka dapat menyimpan 12-13% dari produk mereka dan memotong biaya energi mereka, dikutip dari dailystar.

Pada area gua yang dingin itu, apel disimpan dalam kotak plastik yang ditumpuk oleh pekerja dengan helm pengaman yang mengoperasikan truk fork-lift.

"Pada tingkat dampak lingkungan, kami telah melihat lebih banyak keuntungan. Salah satunya pasti dalam hal tingkat energi, karena dari tes yang dilakukan tahun lalu. Kami mengukur penghematan listrik di gua sebesar 32%," kata Mauro Erlicher, manajer Melinda.

Gua saat ini menyimpan sekitar 30.000 ton apel, angka yang diperkirakan akan meningkat menjadi 40.000 ton dalam waktu dekat. Ia menjelaskan bagaimana ruang penyimpanan pendingin besar di atas tanah menggunakan "panel sandwich" yang diisolasi dengan poliuretan dan lembaran logam untuk menjaga bagian dalam tetap dingin.

Sebelum gua dapat digunakan, batuan didinginkan dengan gas hingga kedalaman 5-7 meter (16,5-23 kaki) yang berarti mereka kemudian mempertahankan suhu konstan 1 derajat Celcius (34 Fahrenheit).

Saat musim panas berakhir di atas tanah, panen telah dimulai dan para petani sedang bekerja memetik apel dari kebun, yang akan berlangsung selama 30-40 hari.

Baca Juga: Petani Apel Simpan Hasil Panen di Gua, Bisa Hemat Listrik 32 Persen!
Cerita Inspiratif Petani Cipanas, Bangkit dari Kerugian dengan Menanam Bit Merah

Salah satu petani, Loris Calliari, mengatakan mereka skeptis ketika pertama kali mendengar ide gua, tetapi dengan cepat terpukau oleh hasilnya.

"Awalnya kami ragu-ragu, kemudian kami menyadari bahwa itu berhasil, karena ada penghematan energi yang baik, dan sangat berkelanjutan. Kami berharap dapat melanjutkan proyek kami," terangnya.

Video Terkait