Cara Mudah Menanam Tomat Cherry Hidroponik dengan Sistem Fertigasi

Ilustrasi tomat cherry (Pxhere)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Minggu, 25 September 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Tomat cherry adalah salah satu varietas dari tanaman tomat yang berukuran bulat kecil. Tomat ini merupakan campuran genetik perantara antara tomat jenis kismis liar dan tomat taman peliharaan. Saat ini, budidaya tomat cherry dipercaya membawa keberuntungan, sebab tanaman ini sendiri cukup banyak peminatnya.

Bagi Sobat Agri yang tertarik membudidayakannya namun terhalang karena lahan yang terbatas, kamu bisa coba menanamnya secara hidroponik dengan sistem fertigasi.

Keunggulan budidaya tomat cherry dengan sistem hidroponik, terbukti dapat menghasilkan jumlah panen yang lebih banyak mencapai dua kali lipat ketimbang budidaya secara konvensional.

Budidaya tomat cherry dengan sistem hidroponik

Lantas bagaimana cara budidaya tomat cherry hidroponik sistem fertigasi? Yuk simak caranya Berikut ini.

1. Pemilihan benih

Sobat Agri bisa mendapatkan benih tomat cherry di toko yang menjual benih pertanian. Namun cara lainnya, kamu bisa juga membeli benih melalui toko online yang terpercaya. Jangan lupa untuk memilih benih berkualitas, memperhatikan tanggal kadaluarsa, varietas dan produktivitas dari benih yang dibeli.

2. Penyemaian benih

Selanjutnya masuk ke proses penyemaian benih. sebelum disemai, sebaiknya rendam benih dalam air untuk menyeleksi benih yang berkualitas baik. Pilih benih yang tenggelam atau terendam di dalam air dan buang benih yang mengapung.

Benih yang mengapung menandakan kualitasnya buruk dan sudah tidak baik untuk ditanam. Lalu untuk proses persemaiannya, kamu bisa menggunakan media tanam rockwoll, guna mempermudah persemaian dan pemeliharaan nantinya.

Siapkan rockwoll dengan ukuran 3×3 cm, lalu rendam di dalam air. Setelah itu angkat ketika media basah dan air tidak menetes lagi. Kemudian, tata rockwoll ke dalam tray semai, dan lubangi dengan menggunakan tusuk gigi namun jangan terlalu dalam. Jika sudah, kamu bisa memasukkan benih ke lubang tanam.

Tutup permukaan tray dan simpan persemaian di tempat yang sejuk. Setelah 4-5 hari, buka penutup dan pindahkan tray semai di luar ruangan, hingga terus dipelihara hingga tanaman siap dipindahkan ke instalasi hidroponik.

3. Menyiapkan media tanam hidroponik

Selagi menunggu bibit siap untuk ditanam, Sobat Agri bisa menyiapkan instalasi hidroponik sistem fertigasi dan media tanam berupa arang sekam. Tak lupa juga siapkan polibag berukuran besar diameter 30 cm.

Isi media tanam ke polybag hingga penuh dan susun polibag yang telah diisi dengan rapi. Buat instalasi fertigasi, dengan menempatkan jalur pipa pada bagian kanan polibag, kemudian pasang selang dan stik fertigasi di setiap polibag.

Jika sudah kamu bisa menyambungkan dengan jalur pipa yang telah dibuat sebelumnya. Pastikan pompa dapat mengalirkan larutan nutrisi setiap dua jam sekali, dan matikan saat malam hari.

Jangan lupa siapkan juga bak atau wadah penampungan untuk larutan nutrisi yang kemudian disambungkan dengan jalur pipa induk untuk dialirkan pada jalur pipa fertigasi.

4. Menanam bibit tomat cherry

Langkah selanjutnya, proses penanaman. ketika bibit sudah memasuki umur 1 bulan atau ditandai dengan tinggi mencapai tinggi 15 cm, kamu bisa langsung memindahkannya ke media atau wadah yang lebih besar.

Baca Juga: Cara Mudah Menanam Tomat Cherry Hidroponik dengan Sistem Fertigasi
Tips Membuat Tanaman Tomat Sehat dan Produktif

Pilih bibit yang benar-benar sehat, tidak terpapar hama dan penyakit serta memiliki pertumbuhan yang optimal. Kemudian, buat lubang berukuran 3-5 cm dan masukkan bibit di media sekam bersama rockwoll-nya.

Setelah itu, tutup kembali lubang tanam hingga semua bagian tanaman termasuk akar dan dasarnya tertutup rata. Biarkan tanaman ini selama 3 hari, untuk kemudian diberi aliran larutan nutrisi dalam durasi 5-10 menit pada setiap tanaman.

Video Terkait