Kemuning, Tanaman Cantik yang Bermanfaat untuk Pengobatan Herbal

Ilustrasi tanaman kemuning (Wikimedia Commons)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Selasa, 27 September 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Bagi masyarakat Jawa, tentu sudah tidak asing dengan tanaman bernama kemuning. Tanaman cantik dengan nama latin Murraya paniculata (L.) Jack ini pada dasarnya merupakan tanaman liar. Ia bisa dengan mudah ditemukan sebagai yang tumbuh menyemak di tepi hutan atau ditanam sebagai tanaman hias.

Selain dikenal dengan nama kemuning, tanaman ini juga memiliki nama lain di sejumlah daerah seperti misalnya di Tanah Sunda, dengan sebutan kamuning atau jenar. Sedangkan di luar negeri, seperti di Inggris, tanaman ini dikenal dengan nama orange jessamine.

Kandungan tanaman kemuning

Kemuning merupakan tanaman yang memiliki banyak cabang, dengan batang yang keras dan beralur. Helaian anak daunnya akan tumbuh bertangkai dan saling berseling.

Di balik bentuknya yang cantik, ternyata tanaman ini mengandung berbagai bahan kimia seperti methyl anthranilat, P-caryophyllen, geraniol, careen-3, eugenol, citronellol, methyl salicylate, s-quaiazulena, osthol, peniculatin, ourmurrayin, bisabolene, dan cedinene.

Tak hanya itu, buah kemuning juga mengandung semi-a-carotenon, sedangkan bagian kulitnya mengandung mexotionin 5-7-dimethoxy-8-(2,3-dhydroxyisopentyl) courmain.

Manfaat kemuning

Penampilannya yang begitu cantik, apalagi saat bunga-bunganya sedang bermekaran membuatnya sangat cocok dijadikan sebagai tanaman pagar. Selain dijadikan sebagai tanaman hias, sejumlah kandungan yang dimiliki kemuning juga digunakan sebagai bahan pengobatan herbal.

Secara umum, bagian tanaman kemuning yang biasa dimanfaatkan adalah akar, batang, dan daun tanaman. Ketiga bagian tersebut bisa digunakan untuk menyembuhkan rematik, sakit pinggang, sakit gigi, radang otak, local anesthesia, radang buah zakar, radang otak, radang saluran pernapasan, infeksi saluran kencing, batu kandung kencing, batu ginjal, haid tidak teratur, dan keputihan.

Efek farmakologis yang dimiliki tanaman herbal ini juga bermanfaat untuk anestesi (mematikan rasa), sedatif atau penenang, antiradang, antirematik, anti-swelling (penghilang bengkak), antitroida, dan pelancar peredaran darah.

Selain itu, kemuning juga bisa dimanfaatkan sebagai menurunkan berat badan atau obesitas, gigitan serangga ular, bisul, dan penyakit kulit lainnya.

Caranya mudah, seperti misalnya untuk menurunkan berat badan atau obesitas, Sobat Agri bisa menggunakan 10 gram daun kemuning, 15 gram bangle, 10 gram temu hitam, dan 1 jari kulit kayu pulai.

Lalu semua bahan dipotong-potong kemudian dicuci hingga bersih. Setelah itu, rebus bahan dengan 1 liter air hingga mendidih dan tambahkan perasan jeruk nipis.

Baca Juga: Kemuning, Tanaman Cantik yang Bermanfaat untuk Pengobatan Herbal
Keajaiban Daun Kunyit untuk Kesehatan dan Kecantikan

Jika sudah, saring air rebusan tersebut dan minum setiap hari saat pagi dan sore, masing-masing sebanyak 200 ml. Jangan lupa untuk konsumsi secara rutin untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Sedangkan untuk mengatasi berbagai penyakit kulit seperti luka, bisul, eksim, dan gatal-gatal, kamu bisa menggunakan akar dari kemuning. Kemudian akar ini direndam ke dalam arak secukupnya hingga seluruh bagian terendam selama kurang lebih 1 bulan. Setelah itu, hasil rendaman ini bisa dioleskan pada kulit yang sakit.

Video Terkait