Petani Kecewa Berat, Harga Jual Tomat Anjlok Drastis Rp600/Kg

Perwakilan petani tomat di Jmeber, Jawa Timur. (Sariagri/Arief L)

Editor: Dera - Selasa, 27 September 2022 | 13:45 WIB

Sariagri - Kecewa dengan harga jual yang terus anjlok dan tak kunjung ada peningkatan, para petani tomat di Kabupaten Jember, Jawa Timur membagikan hasil panennya secara gratis kepada warga sekitar.

Menurut Jumantoro, Koordinator Forum Komunikasi Petani Tomat Jember, aksi tersebut sebagai bentuk kegeraman, lantaran harga tomat anjlok di tengah naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Tomat hasil para petani ini sengaja kami bagikan secara gratis di depan Kantor Pemerintah Daerah Jember, agar para pejabat dan dinas terkait memahami derita petani tomat. Di Hari Tani Nasional ke-62 Tahun 2022 sekaligus pasca kenaikan harga BBM, pendapatan petani tomat justru kian anjlok memprihatinkan,” ungkap. Jumantoro 

BBM Naik, Harga Tomat Anjlok

Saat ini, lanjutnya, harga tomat di tingkat petani hanya laku dijual Rp600 per kilogram. Harga tersebut terus merosot dari sejak awal September yang bertepatan dengan pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM.

“Awal September, harga tomat masih dikisaran Rp900 per kilo, kemudian di minggu kedua anjlok Rp800 dan kini sudah menyentuh harga Rp600 per kilogram. Idealnya harga tomat di tingkat petani antara Rp3.000-Rp4.000 per kilogram, sedangkan petani baru bisa untung jika harga jual Rp5.000 per kilogram,” terangnya.

Baca Juga: Petani Kecewa Berat, Harga Jual Tomat Anjlok Drastis Rp600/Kg
Luar Biasa! Hanya Tanam 2 Pohon, Petani Ini Panen 12 Ribu Tomat Cherry



Kecewa atas anjloknya harga tomat, sebanyak satu kuintal tomat hasil panen langsung dibawa menggunakan mobil bak terbuka dan langsung ludes diserbu warga. Setiap warga yang berminat dibebaskan mengambil tomat sepuasnya.

“Harga tomat ditingkat petani hanya dihargai Rp600 perkilogram, tidak sebanding dengan biaya operasional perawatan selama proses tanam yang mahal. Sehingga membuat petani tercekik utang karena menanggung kerugian yang cukup parah,” keluhnya.

Para petani tomat berharap kepada pemerintah, agar diperhatikan nasib mereka yang terpuruk. Akibat tak mendapatkan hasil dari menjual tomat, hari ini ia pun terpaksa mendorong mobil bak terbuka yang digunakan mengangkut tomat, lantaran mogok kehabisan BBM.

“Aksi dorong mobil untuk mengangkut tomat ini juga sebagai bagian keprihatinan para petani atas anjloknya hasil jual panen pertanian di hari tani nasional yang tidak berpihak kepada petani,” tutupnya sambil memberi aba-aba petani lain untuk mendorong mobilnya yang mogok.

Video Terkait