Lebih Sehat, Jeruk Ternyata Bisa Jadi Pemanis Alami Pengganti Gula

Ilustrasi jeruk. (pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 29 September 2022 | 13:45 WIB

Sariagri - Terlalu banyak mengonsumsi pemanis setiap hari dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius seperti obesitas atau diabetes tipe 2. Namun, industri makanan ringan bergantung pada pemanis dan menarik banyak orang untuk mengonsumsinya. 

Pemanis buatan mendapatkan reputasi buruk karena merugikan kesehatan. Sekarang, bagaimanapun, penelitian baru dari University of Florida akhirnya dapat menunjukkan pemanis alami non-kalori yang rasanya sama manisnya dengan gula.

Mengutip Study Finds, penulis studi mengatakan temuan ini membuka peluang bagi industri makanan untuk mulai memproduksi makanan dan minuman yang lebih sehat dengan kandungan gula yang lebih rendah. Selain itu, kalorinya juga lebih sedikit, menggunakan produk alami, namun tetap mempertahankan rasa manis yang diinginkan. 

Pemanis Alami dari Jeruk

Profesor ilmu pangan di Institut Ilmu Pangan dan Pertanian University of Florida, Yu Wang, mengawasi proyek ini. Pada akhirnya, penelitian menemukan delapan pemanis alami dalam 11 kultivar jeruk. 

“Kami dapat mengidentifikasi sumber alami untuk pemanis buatan, oksim V, yang belum pernah diidentifikasi dari sumber alami sebelumnya,” kata Wang dalam sebuah pernyataan. 

“Hal ini menciptakan peluang yang lebih luas bagi petani jeruk dan pemuliaan kultivar untuk mendapatkan hasil senyawa pemanis yang tinggi,” tambahnya. 

Baca Juga: Lebih Sehat, Jeruk Ternyata Bisa Jadi Pemanis Alami Pengganti Gula
Bisa Kelola Gula Darah, Ini 5 Manfaat Buah Kersen untuk Kesehatan

Selain menemukan pemanis dalam jeruk, para peneliti juga mencari rasa manis yang mampu secara signifikan mencapai tingkat rasa manis yang sama dengan gula. Dengan demikian makanan dan minuman tidak lagi membutuhkan gula atau pemanis tambahan.  

Sebanyak 11 pilihan kultivar jeruk ini diidentifikasi memiliki rasa yang unik dan luar biasa. Kultivar tersebut termasuk jeruk bali dan varietas jeruk manis EV-2 dan OLL-20. 

 

Video Terkait