Jangan Salah! Ini 5 Cara untuk Membedakan Saffron yang Asli dan Palsu

Ilustrasi saffron. (Pixabay)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 3 Oktober 2022 | 14:15 WIB

Sariagri - Saffron adalah salah satu bunga yang populer di Indonesia, bahkan dunia. Bunga ini sejatinya tergolong dalam rempah-rempahan yang menyimpan segudang manfaat. Secara umum, saffron digunakan sebagai minuman teh herbal yang menyehatkan.

Hal inilah yang membuatnya banyak diburu orang. Tingginya permintaan akan saffron, sayangnya dimanfaatkan oleh penjual curang dengan memalsukan atau mengganti kualitasnya dengan yang buruk. Hal ini dilakukan guna meraup keuntungan dari popularitas tersebut

Cara Membedakan Saffron yang Asli dan Palsu

Oleh karena itu untuk mencegah kecurangan yang dilakukan oleh penjual saffron ini, Sobat Agri wajib mengetahui perbedaan saffron yang asli dan palsu. Tujuannya agar manfaat saffron yang didapatkan akan maksimal.

Ada beberapa metode yang bisa dilakukan, yaitu dengan larutan, metode fisik, dan kimiawi. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut cara membedakan saffron asli atau palsu.

1. Letakkan putik saffron ke dalam gelas berisi air dingin

Cara pertama untuk mengecek saffron asli atau palsu yaitu dengan menggunakan air dingin. Sobat Agri bisa mengambil beberapa putik saffron dan memasukkannya ke dalam gelas berisi air dingin.

Sebenarnya kedua saffron ini memang akan melepas sebagian warnanya di dalam air. Namun, untuk saffron asli akan melepaskan rona emas secara perlahan dan memakan waktu yang lama hingga air menguning sepenuhnya.

Sementara saffron palsu akan langsung berubah menjadi merah tua. Hal ini dikarenakan saffron palsu kemungkinan besar mengandung bahan pewarna yang berbahaya. Selain itu, warna saffron asli akan tetap berwarna merah meski terkena air. Sedangkan saffron palsu akan memutih. setelah lama di dalam air.

2. Letakkan putik saffron di dalam gelas berisi air hangat

Tidak hanya menggunakan air dingin, Sobat Agri juga bisa mengecek saffron asli atau palsu dengan menggunakan air hangat. Masukkan beberapa putik saffron ke dalam gelas berisi air hangat, dan tunggu selama 15 menit.

Saffron asli secara perlahan akan mengubah air menjadi kuning, dalam waktu 1 jam. Namun jika air hangat tidak berubah warna maka bisa dipastikan itu adalah saffron palsu.

3. Cium aroma dan cicipi rasa saffron

Cara mudahnya, Sobat Agri bisa mengecek keaslian saffron dengan mencium aromanya. Saffron asli beraroma manis seperti dengan campuran bau madu dan jerami.

Namun, terkadang ada juga jenis saffron yang beraroma menyengat seperti bahan kimia. Hal ini disebabkan tingginya kadar safranal dan picocrocin dalam saffron.

Selain itu, rasa juga bisa mengidentifikasi keaslian dari saffron. Saffron asli memiliki rasa yang cenderung pahit. Namun jika kamu merasakan manis, maka itu menandakan saffron tersebut berkualitas rendah atau palsu.

4. Gosok putik saffron menggunakan jari

Cara lainnya dengan meletakkan saffron yang telah direndam dalam air pada jari tangan. Kemudian gosok putik dengan dua jari ke arah depan dan ke belakang seperti memelintir sebanyak beberapa kali.

Baca Juga: Jangan Salah! Ini 5 Cara untuk Membedakan Saffron yang Asli dan Palsu
5 Daerah Penghasil Saffron Terbesar di Indonesia

Jika saffron tersebut tidak pecah dan kulit jari menguning atau oranye, ini pertanda saffron asli. Sementara saffron yang palsu biasanya akan hancur jika digosokkan dengan jari.

5. Campurkan putik saffron dan baking soda ke dalam gelas berisi air

Cara terakhir yaitu dengan mencampurkan putik saffron dan baking soda ke dalam gelas yang berisi air. Kamu bisa menunggu warna air dalam gelas, jika berubah warna menjadi kuning maka saffron tersebut adalah asli. Jika tidak berubah warna maka bisa dipastikan saffron palsu.

Video Terkait