Terlalu Banyak Makan Jeruk, Kulit Bocah Berusia 6 Tahun Berubah Jadi Jingga

Ilustrasi jeruk manis. (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - Membiasakan anak-anak untuk rajin makan sayur dan buah sejak dini memang perlu dilakukan. Namun, siapa sangka rupanya makan buah juga bisa memberikan dampak pada tubuh, seperti halnya yang terjadi pada anak berusia 6 tahun satu ini.

Thomas sangat menyukai jeruk. Tak tanggung-tanggung, ia bisa mengonsumsi tas penuh dengan buah jeruk dalam satu hari. Namun, kebiasaannya memakan jeruk ini berdampak negatif lantaran kulitnya berubah menjadi jingga.

Sang ibu, Trevors awalnya mengkhawatirkan kulit Thomas yang menguning tersebut. Bahkan keluarga pun bingung dan penasaran dengan penyebabnya. "Dia mulai menguning, dan saya cukup khawatir karena itu bisa saja menjadi tanda dari gagal ginjal atau hati," ujar Travers, dikutip dri dailymail.

Seperti diketahui, kulit kuning paling terkenal disebabkan oleh penyakit kuning, tanda adanya masalah pada organ seperti hati dan ginjal. Ini bisa menjadi tanda kondisi serius seperti penyakit hati karena zat yang disebut bilirubin menumpuk di dalam tubuh, menyebabkan jaringan menjadi kuning.

Travers awalnya mengira Thomas mendapatkan pigmen kuning pada kulitnya karena habis bermain di lumpur atau pasir. Ternyata, ada masalah lebih dari itu. Hingga akhirnya Thomas melakukan pemeriksaaan yang diawali dengan tes darah.

Travers menyampaikan kebiasaan makan Thomas kepada dokter. Ia mengatakan bahwa anaknya punya kegemaran untuk makan sekantong jeruk setiap hari. Rupanya, perubahan pigmen warna kulit pada Thomas memang disebabkan lantaran terlalu banyak makan jeruk. Sebab, jeruk adalah buah yang mengandung pigmen alami yang biasa disebut beta karoten.

Baca Juga: Terlalu Banyak Makan Jeruk, Kulit Bocah Berusia 6 Tahun Berubah Jadi Jingga
Susah Tidur atau Insomnia? Coba 10 Buah Super Ini, Dijamin Tidur Pasti Lebih Nyenyak

Beta karoten tersebut yang memberi rona khas pada mereka. Dengan seiringnya berjalan waktu, mengonsumsi beta karoten terlalu berlebihan mampu menyebabkan kulit berubah warna menjadi lebih kuning atau oranye. Dalam dunia medis, penyakit ini disebut karotenemia dan untungnya tidak berbahaya.

Namun dokter menyebutkan butuh beberapa bulan bagi Thomas untuk kembali ke warna kulit aslinya. Setelah mengetahui penyebab kulit anaknya berubah, Travers justru menganggap hal tersebut cukup lucu dan unik. Ia pun tidak akan menghalangi kebiasaan makan sehat putranya.