Upaya Tekan Inflasi dengan Tingkatkan Produksi Bawang

Panen bawang merah di Sumatera Utara (Dok. Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 24 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Sariagri - Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulsel berupaya meningkatkan produksi hortikultura guna menekan inflasi. Salah satunya dengan meningkatkan produksi bawang merah di Kabupaten Bantaeng.

Upaya itu dilakukan dengan penyaluran benih bawang berkualitas dan pupuk organik. Sebanyak 40 hektare lahan yang tersebar di Kecamatan Ulu Ere tersentuh program bantuan benih dan pupuk ini.

Bupati Bantaeng Ilham Azikin mengatakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjaga dan meningkatkan produksi pertanian terutama di sektor hortikultura. Dia menyebut, bawang merah adalah salah satu produk pertanian yang menjadi penentu terjadinya inflasi.

"Kalau produksi pertanian mulai berkurang, maka akan terjadi inflasi yang akan memberikan efek terhadap peningkatan harga-harga barang lainnya. Bawang merah ini salah satu penyebab inflasi. Kita ingin agar stok bawang merah ini selalu tersedia," jelas dia.

Dia menambahkan, pemerintah pusat sudah memberikan instruksi agar semua unsur pemerintahan bisa bersama-sama dengan petani. Tujuannya untuk menjaga semangat dan mendorong peningkatan produksi petani.

"Mari kita jaga kebersamaan ini untuk mendorong dan meningkatkan produksi pertanian," jelas dia.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng Suryani mengatakan benih bawang merah yang dibagikan kepada petani ini adalah jenis benih bawang merah batu ijo. Benih jenis ini memiliki keunggulan lebih tahan pada kondisi iklim sedang yang lembap.

"Bawang merah ini adalah salah satu produksi pertanian yang bisa menjaga inflasi. Oleh karena itu, kita melakukan upaya untuk meningkatkan produksi untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga," jelas dia.

Baca Juga: Upaya Tekan Inflasi dengan Tingkatkan Produksi Bawang
Ekstrak Bawang Hitam Berpotensi sebagai Antijerawat

Benih jenis bawang merah batu ijo ini memiliki keunggulan yang tahan terhadap penyakit. Benih seperti ini juga memiliki potensi panen antara 8 ton hingga 10 ton per hektare.

"Masa panen bawang jenis ini bisa mencapai dua bulan," kata Suryani.

Upaya bantuan benih bawang merah ini dilakukan untuk mendorong peningkatan pendapatan keluarga petani di Bantaeng. Menurut Suryani, jika pendapatan keluarga sudah membaik, maka akan mendorong kesejahteraan masyarakat Bantaeng.