Terus Diguyur Hujan, 70 Hektare Tanaman Melon di Jatim Terancam Gagal Panen

Lahan tanaman melon di Bojonegoro, Jawa Timur terancam gagal panen. (Sariagri/Arief L)

Editor: Dera - Rabu, 26 Oktober 2022 | 10:30 WIB

Sariagri - Hujan yang terus mengguyur di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur membuat puluhan hektare tanaman melon membusuk. Akibatnya, para petani melon merugi hingga puluhan juta rupiah dan terancam gagal panen.

“Hujan mengguyur secara terus menerus dengan intensitas sangat tinggi, terjadi hampir setiap hari. Akibatnya tanaman melon banyak yang rusak. Daunnya layu membusuk dan buahnya juga rusak dimakan hama pembusuk buah,” keluh Kusnan, salah satu petani melon di Desa Banjarejo, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (25/10/2022).

Selain buah dan daun busuk, imbuhnya, batang tanaman melon juga mengering sehingga hasil panen pun merosot tajam hingga 80 persen. Padahal sebelumnya, ketika cuaca normal, petani bisa panen 10 ton dari lahan seluas 5.000 meter. Namun  akibat hujan, petani hanya mendapat hasil petik 1,5 ton.

"Sepetak lahan dengan luasan setengah hektare itu hanya bisa panen 1,5 ton buah melon. Itupun kondisi kulitnya kering dan retak-retak. Sisanya banyak yang mengalami pembusukan hingga berlobang,” ujarnya saat ditemui Sariagri.

Lahan tanaman melon di Bojonegoro, Jawa Timur terancam gagal panen. (Sariagri/Arief L)
Lahan tanaman melon di Bojonegoro, Jawa Timur terancam gagal panen. (Sariagri/Arief L)

Lebih lanjut dirinya menambahkan, buah melon dengan kondisi rusak atau kulit pecah jika dijual harganya murah sekali. Bahkan tidak terlalu disukai tengkulak lantaran sulit dijual ke pembeli.  

“Jika kulit buahnya kasar dan pecah-pecah tetap laku dijual, namun murah sekali per kilo hanya dihargai Rp500 oleh pemborong. Sebab biasanya buah seperti ini tidak disukai pembeli,” ujarnya menirukan ucapan tengkulak.

Para petani pun mengalami penurunan hasil panen yang drastis. Selain itu, para petani melon juga menderita kerugian antara Rp3 juta sampai Rp4 juta per petaknya.

"Jika dikalikan dengan lahan areal tanaman melon seluas 70 hektare di dua desa, maka kerugian para petani melon ini mencapai ratusan juta rupiah,” tandasnya.