Kampung Horti Didesain untuk Petani Terlibat

berita hortikultura - Ilustrasi buruh perkebunan (Foto: Unsplash)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 31 Oktober 2022 | 20:45 WIB

Sariagri - Perhimpunan Hortikultura Indonesia (Perhorti) melakukan pendampingan monitoring dan evaluasi terhadap kampung-kampung horti di Indonesia. Langkah ini dilakukan agar ke depan semakin baik dan kampung horti semakin banyak.

"Harapan kami, para petani yang bergabung dalam kampung horti semakin banyak dan mereka terlibat mengembangkan dari hulu hingga hilir termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)," jelas Prof Slamet Susanto, Ketua Perhorti Pusat.

Adapun pengembangan kampung horti di Tanah Air, baru berjalan sekitar dua tahun. Data yang diterima Perhorti dari direktorat hortikultura ada lebih dari 7.000 kampung horti.

Dari jumlah itu perlu diketahui apakah kampung horti sudah sesuai yang diharapkan. "Kalau dilihat betul yang sesuai model kampung horti yang berkelanjutan belum ada,"tambahnya.

Sementara, di Jawa Tengah beberapa kampung horti yang dimonev, jelas Ketua Komda Perhorti Jateng Prof Dr Eddy Triharyanto hasilnya masih pada level cukup berkelanjutan. Ia melakukan penelitian dan monev di Kabupaten Batang, Temanggung, Brebres, Purbalingga dan Pati.

Dalam pengembangan kampung horti di Jateng melibatkan berbagai unsur, selain perguruan tinggi yakni pengusaha, komunitas, perbankan dan media.

"Dengan keterlibatan banyak pihak kami berharap ke depan kampung horti di Jateng bisa menjadi kampung yang mandiri. Karena itu perlu mengembangkan pelaku UMKM di bidang hortikultura," kata Prof Eddy.

Baca Juga: Kampung Horti Didesain untuk Petani Terlibat
Sapote, Buah dengan Rasa Mirip Puding Cokelat - Hortikultura

Prof Slamet Susanto menjelaskan pendampingan monev kampung horti akan dilakukan di Jateng, Jatim dan Jabar.

"Harapan kami pengembangan kampung horti bisa lebih baik yakni dengan adanya pendampingan dan pengawalan serta adanya masukkan. Itu akan menjadi model pengembangan ke depan. Karena pada 2023 banyak Komda yang terlibat,"harapnya.

FGD bertujuan mengevaluasi desain dan pelaksanaan program pengembangan kampung dan UMKM hortikultura. Di situ dilakukan penilaian tingkat capaian dan kinerja berkembangnya kampung horti serta menginventarisasi faktor faktor yang mempengaruhi pengembangan kampung horti.