Ribuan Bunga yang Bermekaran di Pegunungan Cina Barat Bikin Bingung Ilmuwan

Ribuang bunga spesies rhododendron (Istimewa)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Selasa, 1 November 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Ribuan bunga spesies rhododendron mekar secara misterius selama bertahun-tahun di tengah ketinggian pegunungan Cina Barat. Kemunculan bunga ini justru membuat ilmuwan kebingungan. Tapi sebuah studi baru mungkin bisa memberikan jawaban.

Sebuah tim peneliti Amerika dan Cina berangkat musim panas ini untuk lebih memahami fenomena tersebut. Dengan mendokumentasikan pola pembungaan dari 34 spesies rhododendron yang berbeda, mereka menemukan bahwa mereka tidak mekar pada waktu yang sama, melainkan pada titik musim yang berbeda. Hal ini menjelaskan kemampuan mereka untuk berkembang begitu dekat satu sama lainnya.

Pegunungan Hengduan dikenal karena keanekaragaman hayatinya, terbentang dari sungai yang dalam hingga puncak yang tinggi, dan cuacanya, yang berkisar dari kelembapan subtropis pada musim panas hingga musim dingin yang bersalju.

Namun, dalam komunitas ahli botani, pegunungan juga spektakuler karena diperkirakan 12.000 spesies bunga yang menyebut mereka rumah sekitar 3.500 di antaranya tidak ditemukan secara alami di tempat lain di Bumi.

"Ini bukan jenis tempat yang biasanya dipikirkan orang ketika mereka memikirkan hotspot keanekaragaman hayati," kata Richard Ree, kurator tanaman berbunga di Chicago Field Museum dan penulis senior studi yang diterbitkan di Journal of Ecology, dikutip dari CNN International, Selasa (1/11).

“Kami biasanya mengasosiasikan daerah dengan kekayaan spesies yang sangat tinggi dengan daerah tropis. Tetapi dalam kasus ini, ini adalah wilayah di mana terdapat gletser dan puncak berselimut salju dengan hutan jenis konifera dan padang rumput alpine," sambungnya.

Menurut penelitian tersebut, ada sekitar 272 spesies rhododendron yang berasal dari wilayah berbeda di Hengduan. Mulai dari semak yang tumbuh rendah hingga pohon yang tinggi, dengan warna ungu cerah, merah muda, biru, dan kuning.

Baca Juga: Ribuan Bunga yang Bermekaran di Pegunungan Cina Barat Bikin Bingung Ilmuwan
Senyawa dalam Buah dan Sayuran Berpotensi sebagai Obat Parkinson

Qin Li, seorang peneliti pascadoktoral di Museum Lapangan dan penulis utama makalah tersebut, menghabiskan lebih dari dua bulan mengunjungi lebih dari 100 situs sepanjang musim mekar untuk mendokumentasikan bunga dan karakteristik lainnya. Dia menggambarkan spesies di pegunungan sebagai samudera bunga.

“Spesies rhododendron di seluruh wilayah ini dikenal sebagai salah satu spesies paling awal yang berbunga. Rhododendron, dan beberapa kelompok lain seperti magnolia, dalam beberapa kasus, bahkan akan mengeluarkan bunga spektakuler ini ketika salju masih ada di tanah," ujarnya.

Tim peneliti memprediksi, kemampuan bunga untuk hidup berdampingan adalah karena waktu mekar mereka yang tidak menentu.