Petani Waspada! Lalat Buah Sayap Berbintik Ini Sangat Merusak dan Invasif

Lalat buah sayap berbintik. (Sariagri/phys.org)

Editor: Reza P - Sabtu, 5 November 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - Para petani buah harus waspada dengan serangan lalat berbuah yang satu ini. Lalat buah Drosophila sayap berbintik (SWD) yang sangat merusak dan invasif ini berasal dari kawasan dari Asia Tenggara, dan dikenal sebagai hama tanaman buah yang sangat merugikan.

Lalat buah sayap berbintik bertelur dengan menghancurkan perlindungan mekanis kulit buah, untuk membuat titik masuk lebih lanjut ke dalam buah. Deposisi telur dan mikroba yang diinokulasi kemudian mempercepat pembusukan, dan akibatnya buah tidak dapat dimakan.

Sejauh ini lalat buah sayap berbintik telah menyebabkan kerusakan ekonomi besar-besaran di bidang pertanian. Namun sebuah penelitian baru oleh ilmuwan Institut Federal Swiss untuk Penelitian Hutan, Salju dan Lanskap WSL dan kobüro Biotopia, menyimpulkan bahwa lalat buah SWD juga bersaing kuat dengan spesies pemakan buah lainnya sehingga kehadirannya bahkan bisa merusak ekosistem yang lebih luas termasuk hutan.

Para peneliti dalam penelitiannya menemukan deposit telur pada 31 spesies dari 39 spesies tanaman hutan penghasil buah yang mereka pelajari. Bahkan 18 spesies diantaranya menunjukkan tingkat serangan lebih dari 50%, demikian dilansir dari phys.org.

Penelitian juga menunjukkan lebih dari 50% spesies tanaman yang terkena menunjukkan gejala pembusukan yang parah setelah pengendapan telur. Deposisi telur lalat buah SWD ini juga mengubah komposisi kimia dan isyarat visualnya, seperti warna, bentuk dan pola reflektif, yang menyebabkan burung penyebar benih hanya sedikit memakannya.

Baca Juga: Petani Waspada! Lalat Buah Sayap Berbintik Ini Sangat Merusak dan Invasif
Gejala dan Antisipasi Serangan Lalat Buah Hama Utama Tanaman Hortikultura

"Pembusukan buah yang cepat yang diserang oleh drosophila sayap berbintik mengakibatkan hilangnya buah yang tersedia untuk spesies lain, dan dapat mengganggu mutualisme penyebaran benih karena berkurangnya konsumsi buah oleh penyebar seperti burung," kata Prof. Martin M. Gossner, ahli entomologi di WSL.

Peneliti lain juga menemukan bahwa lalat buah sayap berbintik ini sangat invasif terhadap lalat buah (drosophilid) asli di daerah tersebut.