Mengintip Tradisi Gerebek Kurma, Wujud Syukur Melimpahnya Hasil Panen

Tradisi gerebek kurma. (Sariagri/Arief L)

Editor: Dera - Rabu, 16 November 2022 | 17:15 WIB

Sariagri -  Sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, pengelola wisata kebun kurma di Dusun Karanglo, Desa Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menggelar acara selamatan atau tradisi gerebek kurma.

Pengelola wisata kebun kurma, Rusti Widayati mengatakan sedikitnya 50 kilogram buah kurma masak dan muda, disusun menjadi gunungan tumpeng setinggi 2 meter. Acara yang sedianya digelar setiap tahun ini sempat tertunda akibat pandemi COVID-19.

"Dua tahun vakum tidak digelar, kali ini diadakan kembali dengan membuat gunungan tumpeng kurma raksasa. Sebanyak 50 kilo kurma masak dan muda disusun menjadi gunungan untuk diperebutkan oleh pengunjung yang datang hari ini,” tutur Rusti Widayati kepada Sariagri, Rbu (16/11/2022).

Sebelum acara di mulai, gunungan tumpeng kurma lebih dulu diarak berkeliling. Lantaran gunungan sangat besar, maka untuk membawanya harus dipikul oleh 6 pria dewasa.

Sebelum diperebutkan pengunjung, gunungan tumpeng kurma tersebut dibacakan doa-doa selamatan oleh tokoh agama yang hadir. Bagi wisatawan yang enggan berebut bisa membeli kurma yang juga di sedikan di lokasi acara. Mulai dari jenis kurma barhee, ajwa, medjool, kurma saudi dates dan banyak lainnya.  

“Acara ini sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah dalam 1 tahun terakhir. Selain itu melalui selamatan atau grebek kurma ini, diharapkan dapat menarik kembali minat para pengunjung yang mulai menggeliat setelah adanya pandemi COVID-19,” tandasnya.