Banyak Diminati, Petani Alpukat Jumbo Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar

Ilustrasi alpukat. (pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 24 November 2022 | 06:00 WIB

Sariagri - Kelompok Tani Kalibening yang berada di Kampung Alpukat, Kebondalem, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah mengaku kewalahan dalam memproduksi buah alpukat dengan ukuran jumbo, lanatran permintaan pasar yang cukup tinggi. 

Buah yang diberi nama Alpukat Jumbo Kalibening ini memang sedikit unik lantaran memiliki berat satu kilogram per buahnya. Wakil Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi pun mengapresasi keberhasilan para petani dalam membudidayakan serta tetap menjaga kualitas alpukat.

"Mereka bilang kalau permintaan meningkat, itu selalu turun kualitas. Saya tadi sepakat dengan Pak Dirjen tidak usah terlalu mengejar kuantitas 100.000 produk per tahun. Sudah 50.000 produk saja dipertahankan, tetapi kontinu, dan memiliki kualitas yang baik," ungkap Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulisnya. 

Menurutnya, permasalahan kuantitas ini dipengaruhi oleh faktor pohon asli di Kalibening yang hanya berjumlah sembilan pohon saja. Hal ini membuat produktivitas alpukat jumbo jika ditekan melebihi batas maksimal akan menurunkan kualitasnya.

Dedi menyayangkan apabila kualitas alpukat ini menurun hanya karena dipaksa mengejar kuantitas pasar. Karena keunggulan dari alpukat Kalibening tidak hanya dari ukuran yang besar, melainkan juga tekstur daging buahnya yang halus.

"Setelah dibuka bajunya pak, dalamnya bersih, menarik tadi saya lihat. Mudah-mudahan petani disini terus berkembang, dan Pak Dirjen terus melakukan pembinaan, dan penambahan pembiayaan," tambah Politisi Partai Golkar tersebut. 

Baca Juga: Banyak Diminati, Petani Alpukat Jumbo Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar
Geger! Ribuan Alpukat Dibuang dan Membusuk di Negara Ini

Melansir laman resmi DPR RI, Komisi IV juga meminta kepada Dirjen Holtikultura untuk bisa mengisi lahan-lahan kosong dengan benih alpukat ini, agar bisa meningkat produktivitasnya.

"Pak Dirjen kan kita ada program dalam setiap tahun pembagian benih holtikultura. Sehingga ini menjadi salah satu pemasok benih bagi Kementan untuk disebar ke berbagai daerah. Sehingga alpukat satu biji (dengan berat) satu kilo itu nanti banyak di berbagai tempat," tutupnya.

Video Terkait