Penelitian: Konsumsi Sayuran Hijau Bisa Perlambat Penurunan Daya Ingat

Ilustrasi Memasak Kangkung (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 24 November 2022 | 12:30 WIB

Sariagri - Penelitian terbaru mengungkapkan, mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya flavonol seperti kangkung, tomat, apel dan jeruk dapat memperlambat penurunan memori dan daya ingat di usai lanjut.

Menurut temuan di Neurology, jurnal American Academy of Neurology itu, manfaat akan lebih maksimal jika konsumsi ditambah dengan teh dan anggur.

Dr. Thomas M. Holland, penulis utama studi tersebut, mengambil langkah sederhana seperti makan lebih banyak buah dan sayur serta minum lebih banyak teh adalah cara mudah bagi orang untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan otaknya.

"Dalam populasi penelitian kami, mereka yang mengonsumsi flavonol tingkat tertinggi, rata-rata tujuh porsi sayuran hijau gelap seminggu atau satu porsi sayuran hijau gelap sehari, dibandingkan [level] terendah, mengalami penurunan 32% dalam tingkat penurunan kognitif mereka," katanya kepada UPI melalui email.

Holland mengatakan, memulai modifikasi pola makan dan intervensi gaya hidup lebih awal kemungkinan besar akan menghasilkan hasil terbaik. Hal itu karena perubahan di otak, seperti akumulasi plak amiloid dan protein tau hiperfosforilasi atau kusut neurofibrillary dalam kasus penyakit Alzheimer, mungkin dimulai 10 hingga 20 tahun sebelum timbulnya tanda klinis yang mudah terdeteksi.



"Poin utamanya adalah tidak pernah terlalu dini, atau terlalu terlambat untuk memulai perubahan gaya hidup sehat, terutama dalam hal diet. Penelitian yang disajikan di sini menambah bukti yang terus berkembang bahwa apa yang kita makan itu penting. Pola makan yang beragam dalam buah dan sayuran sangat penting untuk fungsi kognitif dan fisik," kata Holland.

Menurut Holland yang juga asisten profesor di Rush Institute for Health Aging, Rush College of Medicine & Rush College of Health Sciences di Chicago, flavonol adalah subkelas spesifik dari flavonoid, yang merupakan molekul yang ditemukan di banyak buah dan sayuran, bersama dengan teh dan anggur, yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi dan diketahui dapat mencegah atau mengurangi kerusakan sel di seluruh tubuh, termasuk otak,

Flavonol terutama ditemukan dalam kangkung, kacang-kacangan, teh, bayam, brokoli, tomat, apel, anggur, jeruk, pir, dan minyak zaitun. "Di sinilah konsentrasi flavonol terbesar ditemukan," katanya.

Tingkat flavonol tertinggi umumnya terkandung dalam daun atau kulit sayuran atau buah, dan dalam konsentrasi yang lebih rendah dalam ekstrak atau jus. Jadi, meskipun teh hitam, putih atau hijau, dan anggur - lebih merah daripada anggur putih - mengandung flavonol, konsentrasinya tidak besar.

"Seseorang perlu minum tiga hingga empat cangkir teh setiap hari untuk mencapai tingkat flavonol tertinggi. Tetapi, untuk menegaskan kembali, sangat penting untuk mengkonsumsi buah dan sayuran yang beragam. Ini akan memberikan hasil terbaik terkait kuantitas dan kualitas nutrisi dan bioaktif," tambahnya, seperti dilansir UPI.com.

Studi tersebut melibatkan 961 peserta, rata-rata berusia 81 tahun, yang tidak menderita demensia. Mereka diikuti selama rata-rata tujuh tahun. Setiap tahun, para peserta menyelesaikan kuesioner tentang seberapa sering mereka makan makanan tertentu, dan mereka ditempatkan ke dalam salah satu dari lima kelompok berdasarkan jumlah flavonol yang mereka konsumsi dalam diet mereka.

Mereka juga mengikuti tes kognitif dan memori setiap tahun yang mencakup mengingat daftar kata, dan mengingat angka dan menempatkannya dalam urutan yang benar. Mereka ditanya tentang faktor-faktor seperti tingkat pendidikan mereka, berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk melakukan aktivitas fisik dan berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk melakukan aktivitas yang melibatkan mental, seperti membaca dan bermain game.

Baca Juga: Penelitian: Konsumsi Sayuran Hijau Bisa Perlambat Penurunan Daya Ingat
Mampu Turunkan Tekanan Darah, Ini 5 Manfaat Sayuran Hijau



Menurut para peneliti, rata-rata asupan harian flavonol di kalangan orang dewasa AS adalah sekitar 16 hingga 20 miligram. Peserta lansia dalam studi tersebut mengonsumsi lebih sedikit, rata-rata sekitar 10 miligram flavonol per hari; kelompok terendah rata-rata sekitar 5 mg. per hari, dan kelompok tertinggi, 15 mg. Setelah disesuaikan dengan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat penurunan memori, para peneliti menemukan bahwa skor kognitif orang yang mengonsumsi flavonol dalam jumlah tertinggi menurun lebih lambat daripada orang yang memiliki asupan terendah.

Sumber photo :
https://www.upi.com/Health_News/2022/11/22/flavonols-slow-memory-decline-study/2401669129004/

 

Video Terkait