Di Kota Ini, Mangga Jadi Primadona dan Beri Keuntungan ke Petani

Ilustrasi buah mangga (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 25 November 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Buah mangga telah menjadi salah satu komoditas unggulan dan sumber penghasilan bagi para petani di provinsi selatan distrik Alanya, Turki. Memasuki musim tanam, para petani dapat menghasilkan sekitar 190.000 Lira Turki dari 0,1 hektar areal perkebunan.

Di Alanya, yang telah menjadi basis produksi buah tropis, petani fokus pada produksi mangga yang memiliki keuntungan finansial yang tinggi. Mehmet Rüzgar, Kepala Direktorat Pertanian dan Kehutanan Alanya mengatakan, Alanya cocok untuk produksi buah tropis dari segi kondisi iklim dan struktur tanah. Tak heran, ia mengaku, produksi mangga telah mengemuka dalam beberapa tahun terakhir, selain 38 jenis buah-buahan tropis.

Rüzgar menjelaskan, mereka memulai pekerjaan persiapan produksi mangga pada tahun 2014, dan mencatat bahwa produksi dilakukan di sekitar 74 dekar tanah di distrik tersebut dan 65.000 ton mangga diproduksi setiap tahun. Dengan dimulainya produksi, pekerjaan intensif dimulai pada pengenalan dan promosi mangga di pasar domestik. Menurut  Rüzgar. Mangga umumnya dikonsumsi di pasar domestik, sementara sejumlah kecil buahnya diekspor ke Rusia dan Iran, tambah Rüzgar.



"Penting juga bahwa produk mendapatkan nilai di pasar domestik. Mangga dijual per buah dan merupakan sumber pendapatan yang serius, ”kata Rüzgar.

“Pohon mulai memberikan hasil penuh setelah tiga dan empat tahun. Anda dapat menerima produk bahkan di tahun ketika Anda menanam pohon muda, ”jelas Rüzgar. “Kemudian, Anda bisa mendapatkan 190.000 Lira Turki dari satu acre,” tambahnya, seperti dilansir Hurriyet Daily.

Baca Juga: Di Kota Ini, Mangga Jadi Primadona dan Beri Keuntungan ke Petani
Petrokimia Gresik Ciptakan Peluang Industri Kreasi di Mangga Hybrid Expo



Mengingat para petani di Alanya memperoleh pendapatan yang cukup baik dalam membudidayakan berbagai buah-buahan tropis seperti alpukat dan pisang, Rüzgar mencatat bahwa alpukat telah menjadi sumber pendapatan penting sejak 2012.

“Biasanya produksi alpukat kami dilakukan di lahan seluas 250 dekar pada tahun 2012, kini telah berkembang menjadi 15.500 dekar. Produsen kita banyak permintaannya,” jelasnya.

Video Terkait