Targetkan Nilai Penjualan Bunga Rp658 Triliun, Ini Strategi Utama Cina

Ilustrasi bunga teratai. (pixabay)

Editor: Dera - Minggu, 27 November 2022 | 09:00 WIB

Sariagri -  Cina sedang berusaha membangun sistem inovasi industri benih bunga hingga tahun 2025, dengan target nilai penjualan bunga tahunan mencapai 300 miliar yuan atau sekitar Rp658 triliun.

Menurut pedoman yang dikeluarkan oleh Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional bersama Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan, Cina akan memperkuat pengelolaan data sumber daya plasma nutfah, memfasilitasi kemajuan teknologi dalam pemuliaan bunga, dan meningkatkan perlindungan kekayaan intelektual industri bunga guna mencapai tujuan tersebut.

Seperti dilansir China Daily, dalam mencatat upaya itu sebagai pedoman pertama yang menargetkan pengembangan industri bunga, Kepala Asosiasi Bunga Cina, Jiang Zehui, menerangkan bahwa pedoman tersebut akan memfasilitasi perlindungan sumber daya plasma nutfah, mempercepat inovasi industri benih bunga, dan mendorong usaha terkait bunga konsumsi.

Dengan permintaan bunga yang meningkat selama bertahun-tahun, Cina menjadi produsen dan konsumen bunga utama dunia, serta peserta penting dalam perdagangan bunga luar negeri.

Baca Juga: Targetkan Nilai Penjualan Bunga Rp658 Triliun, Ini Strategi Utama Cina
Sederet Manfaat Akar Teratai yang Tidak Banyak Diketahui

Nilai impor dan ekspor bunga Cina untuk pertama kalinya mencapai lebih dari $700 juta atau sekitar Rp1,5 triliun pada tahun 2021.

Berbagai upaya juga akan dilakukan untuk memperkuat pembangunan merek bunga, mengoptimalkan struktur industri bunga, serta meningkatkan produksi bunga profesional, skala besar, dan mekanis.