Kisah Pekerja Kantoran Banting Stir Jadi Petani, Per Hari Raup Rp3,5 Juta!

Noresam, petani asal Malaysia raup cuan Rp3,5 juta per hari dari budidaya timun (Istimewa)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Minggu, 27 November 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - Berhenti dari pekerjaan dan menjadi petani bukanlah keputusan yang mudah. Tapi seorang pria asal Malaysia ini membuat pilihan yang tepat menjadi petani karena dalam sehari ia bisa meraup penghasilan hingga 1000 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp3,5 juta.

Noresam asal Kota Tinggi, Malaysia yang kini berusia 44 tahun berhenti dari pekerjaannya sebagai teknisi di sebuah pabrik sejak 5 tahun lalu. Dengan modal sebuah lahan tanah yang dimilikinya, ia mulai bercocok tanam. Siapa sangka, dalam sehari ia bisa meraup penghasilan hingga jutaan rupiah, bahkan penghasilannya sekarang setara dengan gajinya selama satu bulan ketika masih menjadi karyawan kantoran.

Dalam budidayanya, ia menggunakan metode irigasi dan pemupukan untuk menanam semangka dan cabai. Namun akhir-akhir ini ia fokus menanam timun karena bisa panen dalam waktu yang lebih singkat.

"Saya menggunakan 4.200 kantong plastik untuk menanam timun sehingga saya bisa memanen 20 ton dalam satu musim. Kira-kira mendapat untung bersih RM30,000 (Rp105 juta) per musim," ujarnya, seperti dikutip dari Redchili21.

"Dulu saya teknisi pabrik, lalu kontraktor di Bandar Tenggara beberapa kali. Tapi kontrak saya berakhir dan saya malas pergi ke tempat lain untuk mencari pekerjaan. Sejak saat itu, saya memutuskan untuk menjadi petani," tambahnya.

Tak punya bekal pengetahuan dan pengalaman di sektor pertanian, Noresam banyak belajar dari petani lainnya. Ia bahkan mengunjungi petani lainnya dan meminta saran dari mereka.

Noresam adalah ayah dari 3 anak. Dia menggunakan sebagian dari tabungannya RM30,000 sebagai investasi untuk sistem irigasi dan pemupukan. Menurut dia, investasi ini sepadan dengan nilainya dalam bisnis pertaniannya.

Baca Juga: Kisah Pekerja Kantoran Banting Stir Jadi Petani, Per Hari Raup Rp3,5 Juta!
Belajar dari Youtube, Petani Muda Ini Sukses Kembangkan Selada Hidroponik

Dia mengatakan keputusannya untuk menjadi petani adalah sesuatu yang dia lakukan dengan benar. Sekarang dia bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya dan juga memiliki penghasilan yang baik.

Noresam mengatakan tidak ada yang mudah. Dia menghadapi banyak tantangan dan rintangan selama hari-hari awal. Kala itu, ia sempat kebingungan ketika tidak ada permintaan dari pasar. "Pada saat itu, saya tidak tahu bagaimana memasarkan produk saya, lalu saya mengambil tetap belajar untuk mengatasi kekurangan saya," katanya.