Waspada! Ahli Kesehatan Ungkap Dampak Negatif Diet Vegan Ekstrem

Ilustrasi sayuran. (Foto: Unsplash)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 30 November 2022 | 17:15 WIB

Sariagri - Beberapa tahun belakangan ini, diet vegan memang menjadi populer terutama pada kalangan orang yang ingin meningkatkan kesehatan. Kendati demikian, timbul pertanyaan apakah diet ini aman jika dilakukan ssecara ekstrem?

Dosen Senior di Nutrition, Food and Health Sciences, Teesside University, Laura Brown mengungkapkan bahwa sudah banyak bukti yang menunjukan pola makan nabati, termasuk vegan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Ia mengatakan diet ini dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung bersamaan dengan penurunan berat badan dan kadar kolesterol.

"Beberapa orang melakukan pola makan vegan secara ekstrem, memilih hanya makan makanan nabati mentah yang dapat dikonsumsi tanpa dimasak apa pun," ucapnya, dikutip dari laman Science Alert, Rabu (30/11).

Dalam sebuah penelitian ditampilkan pola makan vegan dalam waktu lama dapat menyebabkan lebih banyak dampak negatif daripada kebaikan.

Berikut 3 dampak negatif dari pola makan vegan ekstrem.

1. Kehilangan Vitamin dan Mineral

Pola makan vegan mentah cenderung kekurangan banyak vitamin dan mineral penting, yaitu vitamin B12 dan D, selenium, seng, zat besi, dan dua jenis asam lemak omega-3. Banyak makanan yang mengandung vitamin dan mineral tingkat tinggi ini berasal dari hewan, seperti daging dan telur. Semua vitamin ini memainkan peran kunci dalam struktur, pengembangan, dan produksi sel-sel otak dan saraf, di samping mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Perhatian khusus adalah kadar vitamin B12. Sebuah studi pada orang-orang yang mengikuti diet makanan mentah yang ketat menemukan bahwa 38 persen peserta kekurangan vitamin B12. Hal ini memprihatinkan, terutama mengingat kekurangan vitamin B12 dikaitkan dengan berbagai masalah, termasuk penyakit kuning, sariawan, masalah penglihatan, depresi , dan perubahan suasana hati lainnya.

2. Tidak Menstruasi

Apabila diet vegan tidak direncanakan dengan baik, maka dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tidak disengaja jika Anda tidak mengonsumsi jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh Anda untuk berfungsi. Hal ini terutama mengkhawatirkan bagi wanita muda.

Para peneliti telah membuktikan bahwa 30 persen wanita di bawah 45 tahun yang mengikuti diet makanan mentah selama lebih dari tiga tahun mengalami amenore parsial (tidak menstruasi). Amenore dapat menyebabkan infertilitas, serta berkurangnya kepadatan mineral tulang dan osteoporosis.

3. Kehilangan Nutrisi

Sejumlah sayuran mungkin kehilangan nutrisi selama memasak, namun yang lain memiliki kandungan nutrisi yang lebih besar saat dimasak. Hal ini karena beberapa nutrisi terikat di dalam dinding sel sayuran.

Baca Juga: Waspada! Ahli Kesehatan Ungkap Dampak Negatif Diet Vegan Ekstrem
Bahaya! Jangan Makan 5 Sayuran Ini Setiap Hari

Memasak akan memecah dinding sel dan memungkinkan nutrisi dilepaskan dan lebih mudah diserap oleh tubuh. Misalnya, saat bayam dimasak, tubuh akan lebih mudah menyerap kalsium yang dikandungnya.

Penelitian juga menemukan saat memasak tomat mengurangi kandungan vitamin C hingga 28 persen, itu meningkatkan kandungan likopennya lebih dari 50 persen. Lycopene telah dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari berbagai penyakit kronis termasuk penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyakit jantung. Sayuran yang dimasak juga dapat memasok tubuh dengan lebih banyak antioksidan.