Mengenal Kutu Kebul, Hama pada Tanaman Tomat yang Sangat Berbahaya

Tanaman tomat. (Pixnio)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Dera - Jumat, 9 Desember 2022 | 20:30 WIB

Sariagri - Kutu kebul atau nama ilmiahnya Bemisia tabaci adalah salah satu hama perusak. Diketahui kutu ini memiliki inang lebih dari 600 spesies. Beberapa tanaman yang menjadi inang kutu kebul di antaranya tomat, cabai, kentang, mentimun, semangka, melon, terung, kubis, buncis, selada, gergera, ubi jalar, singkong, kedelai, tembakau, dan lada.

Selain itu, kutu ini juga dikenal sebagai seranga yang bersifat polifag. Dari beberapa spesies kutu kebul, yang paling sering menyebabkan para petani mengalami kerugian adalah varietas B. tabaci. Pasalnya hama kutu kebul ini berperan sebagai vektor begomovirus yang akan memunculkan penyakit keriting kuning. Penyakit ini dapat menurunkan hasil 20-100%.

Jika tanaman sudah terserang kutu kebul maka akan menimbulkan gejala berupa bercak nekrotik pada daun karena rusaknya sel-sel dan jaringan daun. Kutu ini juga mengeluarkan embun madu yang menjadi media yang baik untuk tempat tumbuh embun jelaga berwarna hitam.

Ada tiga dampak kerusakan yang disebabkan oleh kutu kebul. Pertama, kerusakan langsung yang disebabkan oleh bekas tusukan stilet kutu. Bekas tusukan tersebut dapat membuat tanaman menjadi lemah dan layu sehingga pertumbuhan dan hasil tanaman menurun.

Kedua, kerusakan tidak langsung yang disebabkan oleh embun madu yang dihasilkan oleh kutu. Embun tersebut merupakan substrat yang bagus bagi cendawan embun jelaga pada daun dan buah. Embun yang menempel pada daun dan buah dapat menurunkan efisiensi fotosintesis dan mutu buah.

Ketiga adalah kerusakan karena kutu menjadi vektor virus tanaman. Kerusakan disebabkan karena kemampuannya sebagai vektor virus adalah bagian yang harus diwaspadai juga. Pasalnya, meskipun populasi kutu kecil, kemampuannya sebagai vektor virus dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman.

Namun sebenarnya, serangan kutu kebul bisa dikendalikan dengan melakukan pergiliran tanaman yang bukan tanaman inang kutu kebul. Tak hanya itu, gulma-gulma yang tumbuh di sekitar tanaman tomat juga perlu dikendalikan.

Baca Juga: Mengenal Kutu Kebul, Hama pada Tanaman Tomat yang Sangat Berbahaya
Dear Pemula, Begini Cara Budidaya Wortel Menggunakan Media Polybag

Adapun jenis gulma yang berbahaya antara lain babadotan, puteri malu, kacang tanah hias, dan ciplukan. Pasalnya gulma ini bisa menjadi inang begomovirus.

Selain itu, tanam tanaman tagetes di sekitar pertanaman untuk mengurangi serangan kutu. Selanjutnya, kumpulkan sisa tanaman yang sudah terserang untuk kemudian dibakar.

Kamu juga bisa meminimalis serangan kutu dengan memasang perangkap berwarna kuning sebanyak 1 buah tiap 100 m2.