Kala Tanaman Hias Jadi Kekuatan Ekonomi Warga Lumajang

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati saat meresmikan Green House Anggrek di Desa Purworejo. (infopublik.id)

Editor: Dera - Kamis, 26 Januari 2023 | 16:30 WIB

Sariagri - Tanaman hias menjadi sumber pendapatan dan wujud kemandirian ekonomi masyarakat Desa Purworejo, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Kalau setiap rumah berusaha di tanaman hias, kita bisa bayangkan berapa pendapatan yang mereka terima," ungkap Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) saat meresmikan Green House Anggrek di Desa Purworejo, Rabu (25/1/2023).

Menurutnya, Purworejo bisa melabeli desa mereka menjadi kampung bunga. Oleh karena itu, diharapkan dengan branding tersebut hasil tanaman hias Desa Purworejo semakin dikenal luas oleh masyarakat.

"Kita berharap, desa ini ditetapkan sebagai kampung bunga, mudah-mudahan seperti Batu. Jadi kalau fokus ke tanaman hias, ya fokus mengembangkan tanaman hias sehingga orang luar bisa tahu kalau kampung bunga ya di Purworejo, saya pikir Lumajang berpotensi ekspansi ke luar Jawa Timur," harapnya, seperti dilansir infopublik.id

Pihaknya juga berharap, agar Kampung Bunga Purworejo nantinya bukan sekadar tempat jual beli bunga namun juga sebagai wisata edukasi tanaman hias yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok Tani Sri Rejeki, Agung Ranu Prabowo menjelaskan, bahwa Green House Anggrek tersebut merupakan bantuan dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia kepada Kelompok Tani Sri Rejeki, Purworejo Senduro.

Baca Juga: Kala Tanaman Hias Jadi Kekuatan Ekonomi Warga Lumajang
Bisnis Tanaman Hias Lesu, Apa Kabar Janda Bolong yang Harganya Selangit?

Pembangunan Green House ini kami mendapatkan anggaran dari Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian didampingi Dinas Pertanian Lumajang, kami mendapatkan luasan total 1.000 meter persegi dibagi 3 titik.

"Green House 1 ukuran 8x7 meter, Green House 2 ukuran 16,6 x 30 meter, Green House ketiga di sebelah utara sudah lolos dari balai karantina pertanian dengan luas 16x18 meter," jelasnya.