Bisa Jadi Peluang Menggiurkan, Begini Cara Budidaya Durian

Ilustrasi durian. (Foto: Foter)

Editor: Dera - Jumat, 10 Februari 2023 | 18:30 WIB

Sariagri - Selain bikin pecintanya ketagihan, durian juga bisa menjadi salah satu komoditas yang menjanjikan. Bukan tanpa alasan, harga jualnya yang tinggi bisa menambah pendapatan di sektor pertanian. 

Tak hanya buahnya yang bisa dikonsumsi, bagian lain dari tanaman durian juga bisa dimanfaatkan.  Melansir cybex.pertanian.go.id, tanaman durian bisa mencegah erosi di lahan-lahan yang miring. Sementara batangnya bisa dijadikan bahan bangunan/perkakas rumah tangga, pasalnya kayu durian setaraf dengan kayu sengon yang cenderung lurus.

Adapun manfaat lainnya yaitu, biji durian memiliki kandungan pati cukup tinggi, sehingga berpotensi sebagai alternatif pengganti makanan (dapat dibuat bubur yang dicampur daging buahnya). Sedangkan kulitnya dipakai sebagai bahan abu gosok yang bagus, dengan cara dijemur sampai kering dan dibakar sampai hancur.

Melihat banyaknya manfaat serta prospek ekonomi yang cukup baik, banyak orang ingin membudidayakan durian. Namun sebelum membudidayakannya, ada tigal hal yang harus diperhatikan.

a. Cuaca

Secara umum tanaman durian cocok ditanam di area tropis dengan kelembaban yang tinggi. Tanaman durian membutuhkan curah hujan 1.500 mm yang tersebar merata sepanjang tahunnya, serta paparan sinar matahari dengan intensitas 60-80%. Adapun suhu optimal untuk budidaya tanaman durian adalah 20-30 derajat celsius.

b. Ketinggian tempat

Tanaman durian sebaiknya ditanam di lokasi yang tidak terlalu tinggi. Maksimal ketinggian yang disarankan adalah 800 mdpl. Jika ditanam di tempat yang terlalu tinggi, hasil panen yang diperoleh biasanya menjadi kurang optimal.

c. Kondisi tanah

Tanaman durian paling baik ditanam di tanah grumusol atau andosol. Tanah jenis ini memiliki ciri warna hitam keabuan, lapisan atas berbutir-butir dan bagian bawah tanah cenderung menggumpal. Tekstur tanah seperti ini memiliki tingkat kemampuan mengikat air yang baik sehingga cocok untuk budidaya durian.

Keasaman atau pH tanah yang paling mendukung budidaya durian berada pada kisaran 6-7 atau netral. Apabila tanah yang tersedia masih terlalu asam, bisa diatasi dengan cara penaburan kapur pertanian atau dolomite.

Berikut cara budidaya tanaman durian

1. Bibit durian

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah bibit. Bibit tanaman durian bisa didapatkan dengan beberapa cara. Di antaranya adalah melakukan cara generatif (persemaian biji) atau cara vegetatif (pencangkokan, penyusuan atau okulasi). Bibit yang didapat dari persemaian biji buah durian bisa memiliki perakaran yang kuat, walaupun waktu pertumbuhannya cenderung lebih lama dari bibit teknik vegetatif.

2. Media tanam

Media tanam untuk penyemaian terdiri dari campuran tanah dan pasir dengan perbandingan 1:1. Tanam biji di dalam media tanam dengan jarak antar biji sekitar 4-5 cm. Tanam dalam posisi tertelungkup, dengan bagian calon akar menempel di tanah.

Siram tanaman secara teratur untuk menjaga kelembaban media tanam. Dalam waktu 2-3 minggu, biji akan mengeluarkan akar dan tunas. Saat ini benih bia dipindahkan ke persemaian pembesar atau polybag. Kemudian ketika berusia 7-9 bulan, tanaman bisa dipindahkan ke lahan yang lebih besar.

Adapun ciri tanaman yang siap dipindahkan diantaranya memiliki tinggi 75-150 cm, batang kokoh, perakaran banyak, dan adanya daun yang telah menebal dan berwarna hijau tua.

3. Lahan durian

Tanaman durian membutuhkan lahan cukup luas, subur, gembur dan terairi dengan baik. Oleh karena itu, kita perlu membersikan lahan dari tanaman pengganggu dan bebatuan terlebih dahulu. Lalu gemburkan tanah dengan cangkul dan buat lubang dengan menggali tanah berukuran 1×2 meter sedalam 30 cm.

Tanah galian kemudian dicampur dengan pasir, sekam dan pupuk. Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik, seperti pupuk kandang atau pupuk kompos.

4. Penanaman durian

Penanaman durian sebaiknya dilakukan di awal musim penghujan. Setiap tanamannya diberi jarak minimal 8×8 meter, atau idealnya 10×10 meter. Sebelum memindahkan bibit, buka plastik polybag wadah media tanam bibit dengan hati-hati dan pastikan akar tanaman tidak rusak.

5. Perawatan dan pemeliharaan

Perawatan dan pemeliharaan tanaman durian tentunya dibutuhkan ketekunan agar dapat menghasilkan hasil panen yang melimpah. Pemberian pupuk NPK atau pupuk kompos secara teratur dan rutin, dengan takaran 1 sendok teh yang dilarutkan dengan 10 liter air untuk digunakan di 10 bibit. Semprotkan seminggu sekali.

Selain itu, lakukan pemupukan dengan pupuk kandang kering yang telah menyerupai pupuk fermentasi dan menyerupai tanah subur sebanyak satu gayung saja. Langkah berikutnya ialah, lakukan penyemprotan dengan menggunakan cairan pestisida, hal ini berguna apabila mengalami masalah penyerangan hama ulat.

Baca Juga: Bisa Jadi Peluang Menggiurkan, Begini Cara Budidaya Durian
Kala Cina Puji Standarisasi Budidaya Durian di Vietnam

Bahkan selain membasmi hama, penyemprotan ini dapat membuat buah terbentuk lebih cepat. Lakukan juga pembersihan semua rumput atau gulma yang mengganggu jalannya pertumbuhan tanaman tersebut. Pembersihan ini berguna sebagai pencegahan agar tanaman gulma atau rumput tidak menghabiskan nutrisi di tanah.

6. Panen buah durian

Ketika semua tahap dilakukan dengan baik serta sudah berjalan sesuai rencana, maka kamu dapat menikmati hasil panen tanaman dalam waktu 4-5 tahun setelah penanaman. Masa panen dari tanaman sendiri bermacam-macam, tergantung dari jenis buah dan jenis bibit yang digunakan.