Salah Kaprah Jeruk Bali, Buah yang Bukan Berasal dari Pulau Dewata

Ilustrasi pomelo (Foto: Unsplash)

Penulis: M Kautsar, Editor: Reza P - Selasa, 21 April 2020 | 19:00 WIB

SariAgri -  Masyarakat awam di Indonesia mengenal Jeruk besar sebagai jeruk Bali, atau Citrus maxima atau Citrus grandis. Penamaan ini terbilang unik karena Buah ini sejatinya bukan berasal dari Pulau Dewata.

Bahkan, buah bernama internasional, pomelo ini paling banyak dibudidayakan di Pati, Jawa Tengah. Pomelo ini memiliki beberapa jenis, diantaranya Nambangan, Sri Nyonya, Sigola-Gola, Magetan, Astano, Pangkajene Merah dan Putih, Giri Matang, Ratu, Raja, Bageng Taji, dan beberapa jenis lainnya.

Julia F. Morton dalam buku Fruits of Warm Climates merunut sejarah panjang pomelo ini. Julia menyebut pomelo merupakan buah asli Asia Tenggara. Buah ini dikenal sebagai tumbuhan liar yang hidup di tepi sungai di Fiji dan Tonga.

"Buah ini diperkirakan diperkenalkan ke Cina sekitar 100 SM. Pomelo banyak dibudidayakan di Cina selatan, Kwang-tung, Kwangsi dan Provinsi Fukien," tulis Julia.

Julia meyakini, benih pertama pomelo dibawa ke dunia oleh Kapten Philip Shaddock pada akhir abad ke-17. Dalam catatan lain, Shaddock mendapatkan benih jeruk besar itu dari Pulau Jawa.

Dia menanamnya di Barbados dalam perjalanan ke Inggris. Pada 1696, buah itu dibudidayakan di Barbados dan Jamaika.

Ahli botanikal Amerika Seriakt (AS) David Fairchild sangat antusias mencicipi rasa pomelo saat berada di atas kapal antara Batavia dan Singapura pada tahun 1899.

Pada 1902, Departemen Pertanian Amerika Serikat memperoleh beberapa tanaman dari Thailand (S.P.I. No. No. 9017, 9018, 9019). Hanya satu (No. 9017) yang selamat dan ditanam di rumah kaca pertanian di Washington, dan tunas darinya dikirim ke Florida, California, Puerto Riko, Kuba (Isle of Pines), dan Trinidad.

Ketika pohon berbuah, rasa dan kualitas umum lebih rendah dan tidak membangkitkan antusiasme.

Pada 1913, seorang ahli Hortikultura dari Biro Pertanian Filipina diberi tugas untuk mengumpulkan jenis pomelo terbaik di Thailand. Ahli tersebut kemudian mengirimkan bibit pomelo jenis Bangkok ke San Francisco.

Bibit pohon itu kemudian ditanam di rumah kaca Plant Introduction Garden di Chico. Ketika berbuah beberapa tahun kemudian, buahnya memiliki kualitas yang buruk sehingga dianggap tidak berguna.

Pada 1919, dua pohon pummelo unggul, diduga dari Thailand, yang tumbuh baik di Filipina, dikirim ke Stasiun Karantina Amerika Serikat di Bethesda, Maryland.

Fairchild yang sangat ingin memperkenalkan jenis Daging buah merah yang telah dia nikmati pada tahun 1899 terus berusaha menggali.

Pada 1926, Fairchild mengumpulkan kayu bakar di sebuah hotel di Bandung, Jawa Barat dan mengirimkannya, bersama dengan biji-bijian, ke Departemen Pertanian Amerika Serikat tetapi mereka tidak bertahan hidup.

Baca Juga: Salah Kaprah Jeruk Bali, Buah yang Bukan Berasal dari Pulau Dewata
Potensi Ekspor, Petani Ngawi Tekuni Budidaya Jeruk Dekopon

Tetapi, sejarah berkata lain, biji kultivar di Kediri, Jawa Timur dengan daging hampir semerah pomelo sampai Stasiun Karantina Jeruk di Bethesda, Maryland (seperti S.P.I No. 67641), dan bibit ditanam dengan sukses di sana.

Dalam semua tahun-tahun berikutnya, pomelo tidak pernah mencapai status signifikan di Amerika Serikat. Tapi, warga bisa menikmati rasa asam manis dari pomelo ketika buah itu diekspor ke Chinatown di New York sebagai bagian dari perayaan Imlek.

Video Terkait