Perisa Almon Alami dari Ampas Tahu, Rasanya?

Pemanfaatan ampas tahu sebagai pakan ternak di Jakarta Selatan (Foto: Antara News)

Editor: M Kautsar - Kamis, 8 Oktober 2020 | 13:31 WIB

SariAgri - Ampas tahu umumnya hanya digunakan sebagai pakan ternak ataupun pupuk kompos. Padahal, ampas tahu masih memiliki banyak kandungan yang dapat diolah sebagai bahan baku produksi berbagai senyawa kimia melalui proses fermentasi.

Satu diantara olahan ampas tahu yakni perisa almon. Produk ini dihasilkan dari fermentasi ampas tahu menggunakan jamur dan bakteri. Perisa almon atau essence almond adalah bahan tambahan pangan yang digunakan untuk memberikan aroma dan rasa almon pada makanan dan minuman serta banyak digunakan pada produk pangan olahan.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian 2016, setiap tahunnya Indonesia harus mengimpor 70 persen perisa makanan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Perisa almon dikembangkan tiga mahasiswa Fakultas teknologi pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) Malang Jawa Timur, yakni Ghina Eroz Rasman, Marza Saskia Putri, dan M. Nugrah

Menurut Ghina Eroz Rasman, ketua tim penelitian, produksi perisa almon umumnya dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan membuat perisa sintetik dari bahan kimia atau diperoleh secara alami dari ekstrak tepung dan cangkang almon.

"Produksi perisa sintetik dari bahan kimia menghasilkan limbah produksi yang tidak ramah lingkungan, sedangkan pembuatan perisa almon alami melalui metode ekstraksi menghasilkan produk dengan jumlah yang sangat sedikit, bergantung pada musim, dan mudah terserang hama," ucap dia.

Sementara pada pengolahan ampas tahu menjadi perisa almon, kandungan ampas tahu akan dirubah menjadi senyawa ekstrak almon melalui proses fermentasi atau yang dapat disebut dengan biotransformasi. Pemanfaatan ampas tahu menjadi perisa almon, kata Ghina, memiliki peluang yang besar baik dalam segi ekonomi dan lingkungan.

Limbah yang dihasilkan dari proses produksi dengan fermentasi sangat minimal dan mudah terurai sehingga lebih ramah lingkungan. Perisa almon alami yang diperoleh memiliki pasar yang luas seiring dengan meningkatnya tren hidup sehat dan kembali ke alam.

"Kami harapkan inovasi dari aplikasi rancangan metode yang kami buat ini dapat berkontribusi mengurangi angka impor perisa makanan di masa mendatang,” kata Ghina.

Dosen pembimbing, Rhytia Ayu Christiany, mengatakan pemanfaatan ampas tahu ini dapat menghasilkan perisa almon dengan jumlah yang lebih tinggi karena menggunakan dua metode yang dikombinasikan, yaitu biofilm dari bakteri dan teknologi resin yang dapat meningkatkan produk perisa almon ini. (Sariagri/Arief L)

Video Terkait