Benarkah Microgreens, Sayuran Penuh Nutrisi? Ini Jawaban Pakar

Ilustrasi microgreens (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Senin, 2 November 2020 | 11:33 WIB

SariAgri - Kebutuhan pangan selalu menjadi hal yang mendasar bagi seluruh manusia. Namun, pada masa pandemi Covid-19 ini, tantangan besar adalah bagaimana mengupayakan ketersediaan bahan pangan yang berkualitas.

Menjawab hal tersebut, Magister Bioteknologi Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya) Jawa Timur menggelar diskusi virtual melalui aplikasi Zoom, bertajuk Microgreens, Alternatif Produksi sayuran Kaya Nutrisi.

Kepala Laboratorium Bioteknologi Tanaman, Sayuran, Ida Bagus Made Artadana bergizi penting untuk dikonsumsi karena mencegah munculnya penyakit kronis.

Dalam dialog dua arah ini, yang diiikuti sedikitnya 40 peserta mulai dari kalangan praktisi, mahasiswa hingga petani milenial berbagai daerah, seperti Papua, Bandar Lampung, Jakarta, dan Surabaya, terungkap pokok permasalahan yang mendasar.

Dua diantaranya yang menjadi pembicaraan serius yakni kendala keterbatasan lahan khususnya perkotaan dan adanya permintaan yang tinggi. Permasalahan ketiga yakni proses distribusi juga mengurangi kesegaran dan nutrisi sayuran.

“Ketiga pokok permasalahan fundamental tersebut muara jawaannya, hanya satu yakni  bagaimana kita menyiapkan alternatif sayuran bernutrisi tinggi dan mudah? Itulah yang kita sebut microgreens,” kata Artadana, Minggu (1/11).

Arta menjelaskan microgreens adalah tahap sayuran yang dipanen di usia 7-14 hari. Dia menyebutkan media penanaman microgreens bermacam-macam, selain media tanah, tisu juga bisa. Namun, unsur yang perlu diperhatikan adalah sterilisasi media tersebut.

“Jamur bisa tumbuh bila tidak steril,” jelasnya lagi.

Selain harus steril, imbuhnya, media penanaman juga wajib memperhatikan pencahayaan, irigasi air, tingkat keasaman air, kelembapan media penanaman, serta cara pemberian air.

Pembahasan ini sempat menarik keingintahuan peserta.

“Sayuran yang bisa dibudidayakan microgreens-nya apa saja kira-kira?” tanya Monika Jastra peserta dari Bandar Lampung.

Artadana pun menjawab berbagai jenis sayuran yang dapat dicoba seperti bunga matahari, kacang polong, kenikir, kelor dan jagung.

“Jagung rasanya manis, persis seperti makan biji jagung rebus. tanaman jenis kacang-kacangan juga bisa,” jelasnya.

Sementara itu, Rina Panduwinata peserta asal Jakarta juga menanyakan cara mengonsumsi microgreens supaya mendapatkan nutrisi maksimal.

Arta merekomendasikan untuk memakan microgreens sebaiknya dalam kondisi yang segar atau mentah.

“Kalau tidak terbiasa, bisa sedikit diseduh dan digunakan seperti sayuran pecel. Tetapi tetap konsumsi terbaik ya fresh. Bisa lewat salad, atau di jus. Tidak melewati proses pemanasan,” kata Artadana. (Sariagri/Arief L)