Atasi Organisme Perusak Tanaman dengan Pengembangbiakan Serangga Predator

Ilustrasi tanaman binahing (steemit.com)

Penulis: Reza P, Editor: Nazarudin - Jumat, 1 Januari 2021 | 10:30 WIB

SariAgri - Penanganan Organisme Perusak tanaman (OPT) untuk meningkatkan hasil komoditas pangan, masih menjadi isu pertanian nasional. Pemerintah melalui kementerian Pertanian terus mendorong petani untuk meninggalkan cara lama dalam membasmi OPT dengan menggunakan pestisida dan insektisida berbahan kimia. Salah satu cara yang dinilai efektif dan ramah lingkungan adalah dengan menggunakan serangga predator sebagai musuh alami OPT.

Seperti diketahui, penggunaan pestisida kimia secara intens memiliki dampak Merusak, Mahal dan Resisten. Merusak, karena pestisida merusak tanah dan mengurangi kesuburan tanah, Mahal karena penggunaan pestisida sesungguhnya lebih mahal dibandingkan dengan cara alami, dan Resisten karena penggunaan pestisida justru bisa membuat OPT lebih tahan atau resisten terhadap pestisida.

Mengutip laman Fakultas Pertanian, Universitas Jember, musuh alami OPT yang awam di telinga masyarakat antara lain jangkrik, laba-laba, kumbang, dan capung. Musuh alami OPT ini membantu petani mengurangi hama tanaman pangan secara alami tanpa merusak rotasi ekosistem. 

Dengan memanfaatkan serangga predator, petani dapat menekan OPT yang berdampak pada kenaikan hasil tanam. Pertanyaannya adalah bagaimana mendatangkan dan mengembangkan serangga-serangga predator tersebut.

Cara yang bisa ditempuh adalah dengan mengembangkan refugia atau kelompok tanaman yang menjadi habitat alami serangga predator OPT. Contoh kelompok tanaman refugia adalah bunga matahari (Helianthus Annus) dan Bunga Kenikir (Cosmos Caudatus).

Berita Hortikultura - Baca Juga: Perkenalkan Sorgum, Tanaman Pangan yang Tahan Terhadap Musim Kemarau
Pakar: Benih dengan Postur Tinggi Cocok untuk Lahan Rawa

Penelitian yang dilakukan oleh Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jember, Jawa timur membuktikan, pembuatan habitat untuk serangga predator akan menaikkan jumlah mereka, dan sebaliknya, hal tersebut akan menurunkan jumlah OPT secara signifikan.

Serangga predators dan parasitoids terbukti mampu menurunkan populasi OPT pada tanaman. Dengan demikian pengendalian hama diharapkan tidak merusak keseimbangan ekosistem yang ada sehingga strategi pengendalian hama bertujuan meminimalkan populasi agen tertentu tapi tetap menjaga keseimbangan ekosistem.

Baca Juga: Atasi Organisme Perusak Tanaman dengan Pengembangbiakan Serangga Predator
Tingkatkan Produksi, Begini Cara Pengendalian Hama Tanaman Kelapa

Alam sebenarnya telah memiliki keseimbangan dengan adanya serangga predator ataupun parasite alami yang membantu mengendalikan populasi hama dan penyakit potensial. Tapi faktanya spesies serangga yang merupakan hama penyebab masalah di Pertanian hanya 1% dan selebihnya masih dalam kontrol alami. 

Keseimbangan ekosistem baik dari segi kualitas tanah, nutrisi tanaman dan keanekaragaman hayati berkontribusi untuk mendapatkan produktivitas tanaman yang baik, tahan terhadap infeksi, keseimbangan serangga terjaga dan menurunkan tingkat keparahan dari hama dan penyakit.

Berita Hortikultura - Saatnya Milenial Bertani

Video Terkait