Ingin Budidaya Bunga Sedap Malam? Perhatikan 7 Hal Ini

Bunga sedap malam (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 4 Januari 2021 | 20:30 WIB

SariAgri - Sedap malam (Polianthes tuberosa L) merupakan salah satu jenis bunga potong yang sering digunakan untuk dekorasi dan rangkaian bunga. Bunga beraroma harum ini bisanya mekar di malam hari.

Dikutip dari laman Pulitbang tanaman Horikultura untuk melakukan budidaya bunga sedap malam sebaiknya dilakukan di daerah dengan suhu harian berkisar 16-27 C, kelembaban udara 75-90 persen dan curah hujan berkisar 1500-2500 mm per tahun.

Berikut beberapa langkah dalam budidaya sedap malam:

1. Pemilihan dan persiapan bahan tanam

Tanaman bunga sedap malam bisa ditanam dengan menggunakan anakan umbi yang dihasilkan dari tanaman produktif berumur lebih dari 2,5 tahun. Anakan umbi didapatkan dengan cara membongkar tanaman induk dan memisahkan umbi dari rumpun dan membersihkannya dari tanah yang menempel.

Rata-rata umbi untuk bibit berdiameter 1-2 cm. Usahakan ukuran umbi yang digunakan seragam untuk mencegah pertumbuhan dan masa produksi tanaman tidak serempak. Umbi berukuran lebih kecil akan menyebabkan pertumbuhan vegetatif semakin lama. Selain itu, pilih umbi yang bebas dari kerusakan fisik dan serangan hama penyakit.

Umbi yang dipanen dan dijadikan bibit harus dikeringanginkan terlebih dahulu selama 2-3 minggu. Setelah itu taburi umbi dengan fungisida dan bakterisida untuk menghindari serangan penyakit pada umbi selama masa penyimpanan. Umbi disimpan 1-2 bulan agar konsentrasi zat penghambat tumbuh dapat menurun dan tunas lebih cepat tumbuh ketika umbi ditanam.

2. Pengolahan lahan

Tanah diolah secara sempurna dengan cangkul dan traktor bajak sedalam 30–40 cm kemudian dikeringanginkan 15-30 hari. Selanjutnya tanah diolah kembali dengan membuat bedengan selebar 100 cm, tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30-40 cm memanjang searah bentuk lahan.

Pengecekan pH tanah perlu dilakukan, pH tanah yang dibutuhkan untuk tumbuh pada kisaran pH 5-7. Pemberian kapur pertanian atau dolomit pada pH tanah yang rendah sangat dianjurkan sebulan sebelum tanam dengan cara disebar. Kemudian seminggu sebelum tanam, tanah perlu diberikan pupuk dasar berupa pupuk kandang (20-25 ton per hektar) dan urea (600 kg per hektar). Pupuk dasar disebar merata dan ditutup dengan tanah.

3. Irigasi

Perlu dibuat parit di sekeliling lahan pertanaman untuk sarana pengairan dan drainase agar tanaman tidak terendam ketika lahan kelebihan air. Satu hari sebelum tanam, bedengan perlu dibuat jenuh air untuk menghindari tanaman menjadi stres akibat kekeringan.

4. Penanaman

Umbi ditanam pada bedengan dengan jarak 25 cm antara larikan dan 20 cm dalam larikan dengan satu umbi per lubang tanam dan tunas menghadap ke atas dan lubang tanam diberi insektisida granule berkisar 5-6 butir per lubang. Kemudian umbi yang telah ditanam ditutup tanah halus dengan kekebalan 5 cm.

5. Penyulaman

Umbi yang tidak tumbuh harus diganti dengan umbi yang baru pada periode 5-15 hari setelah tanam tergantung dengan kondisi tanah.

6. Pemupukan

Selain pupuk dasar, perlu dilakukan pemupukan susulan dengan N sebesar 75 kg/ha, 30 kg/ha P2O5 dan 50 kg/ha K2O diberikan 3 bulan setelah tanam. Pemberian pupuk susulan dengan dosis yang sama dapat diberikan setiap 3 bulan setelah pemupukan susulan pertama.

Baca Juga: Ingin Budidaya Bunga Sedap Malam? Perhatikan 7 Hal Ini
Patut Dicontoh, Begini Konsep Pertanian Berkelanjutan Ala Petani AS

7. Panen

Tanaman sedap malam mulai berbunga pada usia 7-8 bulan setelah tanam. panen sebagai bunga potong dilakukan saat 1-2 kuntum bunga telah mekar. Pemanenan bunga berikutnya dapat dilakukan rutin setiap 3-7 hari sekali atau tergantung pada keadaan bunga.

Masa produktif tanaman sedap malam mencapai umur 2 tahun setelah tanam. Setiap rumpun tanaman dapat menghasilkan bunga 3-5 tangkai bunga potong. (Dwi Rachmawati)

 

Video Terkait