Bengkuang Raksasa Inovasi Benih Unggul Petani Kediri

Bengkuang super dari Kediri, Jawa Timur. (Foto: Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Rabu, 13 Januari 2021 | 08:00 WIB

SariAgri - Sebagai tanaman pangan sumber karbohidrat sekaligus protein nabati, bengkuang (Pachyrhizus erosus L ) kurang dilirik konsumen karena kosmetikanya tidak menarik. Bentuknya yang kecil dengan kulit coklat kusam membuat bengkuang nyaris tidak terjamah penyuka buah.

Namun semua stigma negatif tersebut kini berhasil ditepis Suyarno. Petani asal Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Jawa Timur. Melalui inovasinya, Suyarno berhasil mengembangkan bengkuang unggulan berukuran raksasa.

Jika petani bengkuang pada umumnya, hanya mampu memanen dengan rata-rata berat maksimal 1,5 kilogram, maka Suyarno berhasil memanen satu bengkuang beratnya bisa mencapai maksimal 5 kilogram.

“Puji syukur, awal tahun ini merupakan panen yang kedua. Satu bengkuang paling kecil beratnya 2 kg dan yang terbesar bisa mencapai 5 kg. perkiraan yang kecil cuma sedikit, hampir 80 persen ukurannya jumbo semua,” kata Suyarno semringah kepada Sariagri.

Berkat bobot maksimal super jumbo ini, bibit bengkuang raksasa hasil penangkaran Suyarno diberi nama bengkuang Luk Songo Super (LSS). Keberhasilan ini mengantarkan bengkuang LSS dari Desa Tugurejo menjadi plasma nutfah yang nantinya akan dikembangkan di seluruh petani bengkuang yang ada di Kabupaten Kediri.

“Tidak hanya ukurannya yang super jumbo. Daging buahnya yang berwarna putih susu jika digigit terasa empuk, renyah dengan kadar air yang sangat banyak, sehingga menyegarkan. Jika semua bengkuang seperti ini, pasti disukai konsumen buah,” kata dia. 

Menurut Suyarno, ia dan beberapa rekan petani di desanya sudah sekitar 2 tahun melakukan eksperimen budi daya bengkuang super di ladang. Setelah berhasil menemukan bibit bengkuang super, dari indukan biji besar LSS, kini di lahan 1.400 meter persegi miliknya seluruhnya ditanami bengkuang LSS.

“Hampir 2 tahun lebih kami melakukan eksperiman dari bibit indukan dengan buah yang besar. Akhinya ketemu jenis umbi bengkuang yang paling besar dan kami beri nama LSS ini. Harapannya bisa lebih besar lagi dengan bobot lebih dari 5 kilogram per biji,” sebutnya penuh optimis.

Agar umbi yang dihasilkan tumbuh besar sesuai harapan, Suyarno secara rutin memangkas daun yang terlalu lebat. Sedangkan pupuk yang digunakannya juga sederhana hanya pupuk organik.

Sebelum menemukan bibit bengkuang super jumbo ini, saat panen ia hanya mampu menghasilkan sekitar 3 ton hingga 4 ton. Kini dengan bibit LSS ini Suyarno mampu memperoleh hasil panen antara 6 ton sampai dengan 10 ton.

Selain jumlah produksi lebih tinggi, dalam setahun ia mengaku bisa menanam 2 hingga 3 kali. Bahkan tak hanya panen melimbah, permintaan umbi bengkuang selama pandemi Covid-19 juga meningkat.

Harga jual bengkuang saat ini juga cukup tinggi per kilogramnya bisa mencapai Rp2.500, padahal sebelum pandemi harganya hanya dikisaran Rp1.800 per kilogram.

Baca Juga: Bengkuang Raksasa Inovasi Benih Unggul Petani Kediri
Agrowisata Menjadi Destinasi Liburan Populer di Amerika Serikat



Kasie Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Holtikultura Dinas pertaian dan Perkebun (Dipertabun) Kabupaten Kediri, Arahayu Setya Adi, mengatakan pihaknya akan melakukan observasi terkait konsistensi ukuran bengkuang LSS.

“Jika dari hasil observasi bengkuang LSS konsisten, maka karena ini termasuk varietas unggul dan tidak dimiliki oleh petani bengkuang di daerah, kami akan bantu untuk dilakukan sertifikasi,“ papar Arahayu.

Tak hanya itu, imbuh Arahayu, pihaknya juga akan mendaftarkan hak paten bagi petani Tugurejo. Bahkan jika diperlukan dinas pertanian Kediri akan mendorong kepada Menteri pertanian untuk dikembangkan luas ke seluruh petani bengkuang nusantara.

“Kami coba usulkan terobosan ini kepada Menteri Pertanian agar bibit bengkuang ini bisa menjadi plasma nutfah bagi daerah lain. Selain itu kami akan usulkan bengkuang disini untuk memperoleh sertifikasi terkait legalitas petani di sini sebagai penangkar,” ujar dia.

Video Terkait