Inspiratif, Petani Gresik Ubah Lahan Tandus jadi Wisata Kebun Buah

Warga Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengembangkan wisata buah. (Foto: Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Kamis, 14 Januari 2021 | 15:45 WIB

SariAgri - Setelah 2 tahun berjuang keras mengelola lahan tandus di pesisir pantai utara Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, para petani setempat kini mulai memetik hasilnya.

Beragam jenis buah, bisa dinikmati di lahan bekas pantai yang direklamasi menjadi area wisata perkebunan tersebut. Lahan pesisir pantura Gresik seluas 50 hektare lebih ini, ditumbuhi beberapa jenis buah yang tumbuh subur dan berbuah lebat.

Pihak pengelola belum membuka tempat ini untuk umum karena belum tersedianya fasilitas penunjang. Misalnya, jalan aspal menuju lokasi wisata kebun buah hingga insfrastruktur lainnya.

Untuk menuju lokasi kebun buah, pengunjung harus menyewa motor milik warga setempat. Perjalanan ke area wisata petik buah memakan waktu sekitar 20 menit.

Sepanjang rute perjalanan, wisatawan akan menikmati pemandangan berbagai macam tumbuhan tropika seperti singkong, palawija dan sebagian semak belantara.

Menurut Kepala Desa Pangkah Wetan, Saifullah Mahdi semangat gotong royong para petani di desanya menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola alih fungsi lahan yang semula tandus menjadi sangat subur.

“Di sini warganya rukun saling bergoyong royong dalam membangun desa. Salah satunya ya ini, yang awalnya gersang dan tandus, kini bisa dinikmati buahnya,“ kata Saifullah.

Saifullah menyebutkan secara teknis untuk mewujudkan kebun buah ini cukup sederhana. Tiap kepala keluarga dari 600 KK yang ada di Desa Pangkah Wetan diminta menyumbang pupuk organik, seperti pupuk kandang maupun kompos untuk membentuk kesuburan tanah di pesisir utara ujung pangkah.

Sementara itu pihak perangkat desa mengupayakan bibit tanaman buah, yang tiap akhir pekan dilakukan kerjabakti tanam pohon di lokasi perkebunan baru ini. Hasilnya setelah 2 tahun berjalan, warga sudah bisa menikmati aneka buah yang saat ini beberapa diantaranya telah siap dipanen.

Seperti buah rambutan, nanas, pisang, jeruk siam, jambu, kelengkeng dan manggis. Dari seluruh populasi tanaman buah yang ada, buah rambutan mendominasi jumlah terbanyak, sekitar 50 persen dari total 500-an pohon.

“Urutan kedua yakni pisang sekitar 20 persen, kemudian disusul nanas dan jeruk siam masing-masing 10 persen, sisanya  jambu 5 persen dan kelengkeng serta manggis masing–masing 2,5 persen,” ujar Saifullah. 

Melihat potensi wisata kebun buah ini, pihak desa berencana pertengahan tahun 2021 akan dibuka untuk umum. Di samping dapat memberi tambahan pendapatan bagi petani, juga dapat meningkatkan perekonomian desa.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kami akan siapkan infrastruktur pendukung wisata petik buah di kebun ini, seperti menyediakan transportasi persewaan sepeda kayuh maupun motor, sehingga wisatawan dapat dengan bebas berkeliling menikmati kesejukan kebun buah sekaligus memetiknya,” ujar dia.

Video Terkait