7 Tanaman yang Sering Jadi Bahan Baku Industri Kosmetik

Ilustrasi bunga mawar merah (Pexels)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 28 Januari 2021 | 21:30 WIB

SariAgri - Kemajuan industri kimia dan farmasi memungkinkan penggunaan bahan sintetis untuk produk kecantikan modern. Namun saat ini tren masyarakat ingin menggunakan kosmetik seaman mungkin yang berarti berbahan alami.

Kebutuhan bahan alami ini membuka peluang bagi pertani untuk menanam tanaman yang banyak digunakan dalam industri kosmetik. Belum lagi permintaan budaya ekologis yang tinggi membuat kosmetik alami atau kosmetik yang menggunakan bahan alami banyak diminati.

Berikut tanaman yang sering dijadikan bahan baku kosmetik seperti dilansir agronomag:

1. Lidah Buaya

Tanaman ini sebagian besar dikenal karena khasiat penyembuhannya dan sering digunakan dalam industri farmasi, tetapi juga sering ditemukan di beberapa produk kosmetik.

Daun lidah buaya mengandung gel lengket yang diekstrak dari daun dan lateks kuning diekstraksi dari lapisan luar daun. Aloe vera mengandung lebih dari 75 nutrisi dan 200 bahan lainnya, termasuk 20 mineral, 18 asam amino dan 12 vitamin.

Karena kualitasnya, jus dan gel lidah buaya digunakan dalam produk kosmetik dengan efek anti-inflamasi, menenangkan, mengencangkan, melembabkan dan melindungi kulit. Lidah buaya digunakan sebagai bahan krim wajah dan tubuh, produk perawatan rambut, dan deodoran alami.

Eropa Barat menempati peringkat pertama dalam pasar ekstrak lidah buaya global, diikuti Asia-Pasifik. 

Pasar lidah buaya menggabungkan beberapa segmen berbeda, dengan ekstrak daun lidah buaya menjadi segmen terbesar pada tahun 2015.

2. Mawar

Mawar bukan hanya bunga indah yang tersedia dalam beragam spesies, tetapi juga bahan kosmetik alami yang berharga. Minyak mawar mengandung vitamin C tinggi dengan sifat sangat melembabkan.

Amerika Serikat dan Australia adalah pengekspor minyak mawar terbesar. Harga  minyak mawar di pasar global mendekati 9.000 euro per kilogram pada tahun 2016.

Salah satu negara pengekspor mawar terbesar di Eropa adalah Bulgaria. Mawar Bulgaria terkenal karena penanamannya secara tradisional.

Kurang dari 1% minyak mawar yang diproduksi di Bulgaria tetap berada di negara itu. Sisanya diekspor ke perusahaan kosmetik terkemuka Jerman, Swiss dan Prancis. Mawar ini digunakan dalam banyak wewangian dan produk merek kelas atas seperti Chanel atau Dior.

3. Calendula

Calendula dapat mengurangi kemerahan dan menyembuhkan kulit. Semakin banyak petani, dengan lahan pertanian yang tidak begitu luas  membudidayakan tanaman obat. Salah satunya calendula karena tidak membutuhkan banyak perawatan dan tidak membutuhkan karakteristik tanah tertentu.

Selain itu banyak permintaan calendula untuk industri kosmetik Eropa terutama Jerman.

4. Lavender

Minyak lavender digunakan untuk melembabkan kulit. Selain aromanya yang wangi sehingga cocok untuk berbagai produk parfum dan perawatan tubuh, lavender juga memiliki sifat antiseptik. Akademi Kedokteran Prancis menggunakannya sebagai desinfektan selama Perang Dunia II.

Penghasil lavender terbesar adalah Prancis, tepatnya Provence yang terkenal dengan ladang lavendernya. Lebih dari 30% produksi lavender dunia berasal dari Prancis.

Harga lavender terus meningkat di pasar dunia karena tingginya permintaan konsumen. Selain itu karena pembudidaya lavender harus menghadapi hama dan perubahan iklim.

5. Jojoba

Jojoba sering digunakan sebagai bahan krim wajah karena minyak yang diekstrak dari tanaman tersebut memiliki khasiat mirip dengan sebum yang dikeluarkan kulit manusia. Jojoba juga meningkatkan elastisitas dan mencegah dehidrasi kulit sehingga sempurna untuk kulit sensitif atau sangat kering.

Ukuran pasar minyak jojoba lebih dari 150 juta juta dolar AS pada tahun 2015 dan diperkirakan akan tumbuh lebih jauh hingga tahun 2024. Produksi jojoba meningkat pesat di Peru, Australia dan Argentina, terutama karena tingginya permintaan konsumen.

Industri kecantikan merupakan segmen pasar terbesar minyak jojoba, menyumbang lebih dari 70% dari total keuntungan. Pasar terbesar minyak jojoba adalah Amerika Utara dengan hampir 40% dari volume global pada 2015. Tetapi permintaan lebih kuat dari Asia terutama Cina dan India.

6. Tea Tree

Tea tree merupakan salah satu bahan utama yang digunakan dalam produk kosmetik  untuk melawan jerawat dan merawat kulit berjerawat. Tea tree dianggap sebagai salah satu alternatif alami terbaik untuk pengganti zat kimia yang berpotensi menyebabkan iritasi kulit.

Australia berada di deretan terdepan dalam produksi minyak pohon teh dunia. Pada tahun 2012, lebih dari 400 metrik ton minyak pohon teh diproduksi di Australia, di mana 80% diekspor, terutama ke Amerika Utara.

Pasar lain dengan permintaan tinggi adalah Eropa termasuk Inggris dan Rusia serta Asia. Sedangkan untuk lebih kecil ke Afrika (Mesir dan Afrika Selatan) dan Amerika Selatan (Chili, Kolombia, Brasil).

Baca Juga: 7 Tanaman yang Sering Jadi Bahan Baku Industri Kosmetik
Begini Proses Pembuatan Minyak Atsiri dari Pala yang Terkenal di Dunia

7. Chamomile

Chamomile memiliki sifat anti-inflamasi, antiseptik, dekongestan, desinfektan, analgesik, emolien dan penyembuhan. Chamomile digunaan untuk berbagai produk kosmetik kulit, leher, tangan, rambut, atau kaki.

Permintaan benih chamomile tertinggi di kawasan Asia Pasifik, disusul Eropa dan Amerika Utara. Tanaman ini dibudidayakan di Eropa, Asia, dan Amerika Utara terutama di pertanian yang lebih kecil karena tidak membutuhkan banyak perawatan. Chamomile mudah tumbuh, tidak sensitif terhadap serangan hama dan mudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan jenis tanah.