Ratusan Pelajar Kuliah Sehari di IPB University, Diajarkan Soal Agribisnis

Petani di Amerika Serikat. (Reuters)

Editor: M Kautsar - Senin, 15 Februari 2021 | 17:50 WIB

SariAgri - Ratusan pelajar dari  berbagai SMA mengikuti kuliah sehari di IPB University. Sekitar 500 peserta berkuliah secara daring dengan diberikan materi soal agribisnis.

Kuliah sehari bertema Sapa Agribinsis dalam bentuk webinar Sehari Kuliah di Agribisnis IPB University ini bertujuan agar peserta dapat merasakan sekilas materi kuliah di Agribisnis IPB University.

Dekan FEM IPB University, Prof. R Nunung Nuryartono berharap peserta yang hadir tak sekedar berkuliah sehari namun dapat kuliah hingga empat tahun di Agribisnis IPB University.

Dosen Departemen Agribisnis, Feryanto, yang juga menjabat sebagai Sekretaris IPB SDGs Network sebagai narasumber memaparkan mengenai materi pembangunan masa depan yang berkelanjutan melalui agribisnis.

Dia menyebutkan bila anak-anak muda semestinya memiliki cara pandang bahwa agribisnis tak hanya sekedar bekerja di kebun, namun sebagai mega sektor.

Agribisnis seharusnya dilihat dengan cara pandang bahwa pertanian merupakan sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Lulusan agribisnis tak perlu takut tidak mendapatkan karir yang cemerlang, justru masa depan lulusan agribisnis akan senantiasa cerah karena potensi dan peranan agribisnis yang besar. Agribisnis sendiri telah dikenal berkontribusi besar dalam perekonomian Indonesia. Dengan didukung dengan jiwa entrepreneur yang kuat, tentunya generasi milenial akan mendorong pertanian Indonesia lebih tinggi lagi,” ujar Feryanto.

Feryanto mengatakan agribisnis merupakan bisnis yang takkan pernah berhenti sehingga konsep berkelanjutan amat dibutuhkan dalam penerapannya.

Permasalahan Sustainable Develompent Goals (SDGs) seperti kemiskinan dapat diselesaikan dengan bantuan berupa agribisnis yang berkelanjutan. Agribisnis dapat menjadi solusi dalam mewujudkan permasalahan pembangunan dalam jangka waktu yang panjang.

Feryanto menyebut generasi milenial dengan bantuan teknologi amat dibutuhkan dan menjadi bagian penting dalam mengurangi kesenjangan ekonomi di Indonesia.

“Bila sistem agribisnis terintegrasi dan kita gerakkan untuk beberapa komoditas yang potensial, maka ini akan membantu kondisi lingkungan, ekonomi, kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan menjadi lebih baik. Sehingga Indonesia mampu mewujudkan tujuan SDGs,” kata dia.

Indonesia membutuhkan sumber daya manusia dengan semangat dan berkarakter wirausaha. Peserta yang hadir, dia sebut sebagai orang-orang yang nantinya dapat terpilih untuk berkuliah dan saling berdiskusi di kampus terbaik Indonesia untuk mewujudkan tujuan SDGs tersebut. 

Hal serupa juga turut dipaparkan oleh narasumber lainnya, Dosen Departemen Agribisnis, Burhanuddin juga menjabat menekankan bila generasi muda harus memiliki cara pandang maupun pola pikir baru bahwa pertanian tak hanya sekedar bertani namun menjadi bentuk agripreneur.

Dia berharap generasi muda dapat memiliki growth mindset sehingga dapat menghadapi hambatan dalam segala bidang kehidupan.

"Terlebih lagi bagi bidang agribisnis dari hulu ke hilir. Cara pandang agripreneur akan memberikan presepsi bahwa agribisnis tak hanya sekedar budidaya namun terdapatnya sistem terintegrasi. Bisnis-bisnis baru dapat tumbuh dari pemikiran-pemikiran lulusan agribisnis. Nantinya, pertanian akan bergerak ke atas karena didukung dengan sumber daya manusia yang terampil yakni anak-anak muda sebagai penggerak dan sebagai entrepreneur muda, " urainya.

Video Terkait