Cerita Budidaya Bengkuang Banyumas, dari Bedeng Sampai Masuk Perpustakaan

Desa Linggasari sentra bengkoang di Banyumas (Dok. Desa Linggasari)

Penulis: Andry, Editor: Reza P - Rabu, 3 Maret 2021 | 12:30 WIB

SariAgri - Jika Sobat Agri melintas di Jalur Purwokerto-Purbalingga, Jawa Tengah, tepatnya di Jalan Raya Desa Linggasari Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, akan ditemui deretan bedeng atau warung kecil yang menyediakan buah bengkuang.

Disini memang pusatnya penjualan bengkuang.Tidak heran, karena dibelakang deretan warung terdapat areal pertanian tanaman bengkuang. Para petani sudah lama mengganti lahan sawah mereka dengan tanaman bengkuang, karena dirasa lebih menguntungkan.

Melihat potensi tersebut, seorang warga bernama Maya Furi Anggraeni kemudian menggagas dengan membentuk komunitas yang diberi nama Bengkoang Creative Hub (BCH). Dalam perkembangannya komunitas petani bengkuang ini menampilkan tak hanya buah bengkuang utuh semata, namun membuat produk lain berbahan dasar bengkuang, seperti gula kristal bengkuang, dodol bengkuang, masker bengkuang dan produk lainnya.

"Kami memang terus mengupayakan memperkaya produk berbahan bengkuang, agar lebih variatif dan menjadi produk khas warga sini," ujar Maya.

Pada tahun 2020 Komunitas Bengkoang Creative Hub (BCH) menerima bantuan berupa mesin produksi dan pengolahan bengkuang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Bantuan tersebut diberikan setelah melalui advokasi yang difasilitasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Banyumas dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed pada 16 Mei 2020 dan 21 Mei 2020. Bantuan yang diterima BCH diantaranya mesin parut, mesin pencetak adonan kerupuk, drying cabinet, mesin pengiris kerupuk, dan continuous sealer.

Saat ini Bengkoang Creative Hub (BCH) telah mencoba membuat berbagai produk olahan bengkuang lainya seperti kerupuk bengkuang, manisan bengkuang, gerbi bengkuang, dan moci bengkuang. Hasil produksi telah dikemas secara sederhana agar menarik perhatian konsumen dan dilabeli dengan merk BENGKO.

Komunitas Bengkoang Creatif Hub mendorong  <a target='_BLANK' href='//sariagri.id/article/topic/19725/Inovasi'>inovasi</a>  olahan bengkoang (Dok. Desa Linggasari Banyumas)
Komunitas Bengkoang Creatif Hub mendorong inovasi olahan bengkoang (Dok. Desa Linggasari Banyumas)

Pada tahun 2021 lokasi deretan bedeng itu telah resmi tidak hanya menjadi pusat oleh-oleh tetapi juga menjadi  perpustakaan bengkuang. Mereka telah mendapatkan pendampingan dari Dinarpusda Banyumas melalui program Literasi Untuk Kesejahteraan Masyarakat (LIUKMAS).

Pusat oleh-oleh dan perpustakaan bengkuang ini kemudian diresmikan langsung oleh Bunda Literasi Banyumas Erna Husein pada akhir Februari lalu. 

Baca Juga: Cerita Budidaya Bengkuang Banyumas, dari Bedeng Sampai Masuk Perpustakaan
Jadi Petani Saat Pandemi Olah Pekarangan Rumah untuk Tanaman Pangan

Pustakawan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Banyumas, Fuad Zein Arifin mengungkapkan dengan adanya pusat oleh-oleh tersebut, masyarakat menjadi lebih mudah untuk mendapatkan produk olahan bengkuang.

Menurut Fuad, perpustakaan itu diharapkan bisa memberi informasi terkait bengkuang, sejarah bengkuang seperti apa, kenapa di Desa Linggasari banyak sekali petani bengkuang. "Semua itu ada ceritanya, di perpustakaan ada,” tutur Fuad.

Video Terkait