Pemkot Semarang Dirikan Rumah Sayur di Tengah Kampung Nelayan

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengunjungi green house di kampung nelayan Tambakrejo (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Minggu, 7 Maret 2021 | 22:00 WIB

SariAgri - Pemerinah Kota Semarang dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro menginisiasi rumah sayuran (green house) di tengah kampung deret nelayan di RT 06 RW 16 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara. Pendirian rumah sayur itu untuk mengembangkan urban farming di kawasan kampung nelayan tersebut.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan rumah sayur di Tambakrejo diharapkan bisa membuat masyarakat belajar memanfaatkan lahan sempit di perkotaan untuk ditanami sayur-sayuran.

"Ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dari departemen administrasi FISIP Undip yang bersama Dinas Pertanian Kota Semarang," ujar Ita, sapaannya.

Ita menyatakan, rumah sayur ini juga sebagai wujud nyata untuk membantu kesejahteraan masyarakat utamanya saat pandemi Covid-19 masyarakat dimana ekonomi terpuruk.

"Apalagi harga lombok saja sangat tinggi, diharapkan dengan bimbingan dinas pertanian masyarakat bisa memberikan ketahanan pangan di wilayah Tambakrejo khususnya,” kata dia.

Ita berharap dengan adanya rumah sayur itu masyarakat Tambakrejo khususnya kaum ibu dan remaja putri bisa bercocok tanam menghijaukan kawasan pesisir. 

Dengan urban farming ini diharapkan bisa memangkas biaya keperluan makan sehari-hari karena bisa memanen langsung dari kebun pribadi.

"Nantinya ibu-ibu disini punya kegiatan bercocok tanam, apalagi wilayah ini kan merupakan pesisir dan bisa menjadi contoh bahwa urban farming meski di pesisir bisa berhasil dan bisa memberikan manfaat langsung pada masyarakat," tuturnya.

Tanaman yang dibudidayakan dalam green house mencakup produk rumahan seperti cabai, tomat, terong dan selada. 

Ita juga meminta warga untuk benar-benar merawat rumah sayur dan mengembangkannya dengan pendampingan dari Dinas Pertanian Kota Semarang.

"Untuk tanaman beberapa ada yang cocok untuk pesisir seperti tomat, cabai, terong seperti yang di Trimulyo. Nah untuk sayuran seperti selada dan sayur lainnya memang harus menggunakan hidroponik dan ditanam didalam green house dan nantinya akan ada pendampingan PPL dari Dinas Pertanian. Nantinya saya harap masyarakat kalau masak tinggal petik saja," imbuhnya.

Sementara itu, Dekan Fisip Undip, Hardi Warsono, menyebut pemberian rumah sayur ini adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat agar masyarakat bisa membangun kawasannya secara personal dan juga secara komunal.

"Jadi pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Nah dalam pengabdian pada masyarakat kali ini dalam bentuk pemberian green gouse yang diupayakan bisa memberikan inspirasi untuk masyarakat bisa menjaga lingkungan, serta bentuk pemberdayaan masyarakat dengan urban farming," jelas Hardi.

Ketua RT 06, Rohmadi mewakili masyarakat Tambakrejo mengaku terharu dan bahagia bisa mendapat perhatian berupa pemberian rumah sayur. 

Rohmadi mengatakan dengan green house ini diharapkan masyarakatnya khususnya ibu-ibu bisa aktif menanam dan memenuhi gizi keluarga dengan sayur yang ditanam sendiri.

"Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah kota Semarang dan kampus Fisip Undip telah memberikan green house ini. Bahkan ibu-ibu di sini sangat takjub karena baru pertama kali melihat adanya green house dan hanya berani melihat dari luar saja. Semoga ini menjadi awal ketahanan pangan di lingkungan kami terbentuk," kata Rohmadi.

Video Terkait