Cegah Penuaan Dini, Begini Lho 5 Cara Budidaya Bayam Jepang

Ilustrasi Bayam Jepang (Foto:Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 9 Maret 2021 | 11:15 WIB

SariAgri -  Tren gaya hidup sehat selama masa pandemi Covi-19 semakin berkembang. Ini membuat permintaan beberapa jenis sayuran hijau meningkat.

Salah satu jenis sayuran hijau adalah bayam Jepang atau horenso. Jenis bayam ini termasuk sayuran dataran tinggi dengan umur panen singkat sekitar 35 hingga 50 hari setelah tanam.

Seperti bayam pada umumnya, bayam jepang kaya akan kandungan vitamin K, A, C, B1, B2, B6, E dan asam folat

Dari banyaknya kandungan yang dimiliki, bayam jepang juga bermanfaat sebagai obat anti penuaan dini, membantu melindungi mata dari radiasi sinar ultraviolet, mencegah kanker, menjaga kesehatan jantung dan membantu memperkuat tulang.

Oleh karena itu, dari ragamnya manfaat bayam jepang, maka penting mengetahui budidaya agar hasil tanaman berkualitas.

Begini 5 Cara Budidaya bayam Jepang, dikutip dari laman Badan Penyuluhan dan Pengemangan Sumber Daya Manusia Pertanian:

1. Persiapan bibit

Bayam jepang dapat diperbanyak melalui biji ataupun rimpang.

Jika menggunakan biji, begini tahapannya

- Rendam biji sekitar 3 hari
- Masukan dalam kain basah dan masukan ke baskom plastik.
- Diamkan selama 2 minggu, maka biji bayam jepang akan berkecambah.
- Setelah berkecambah, pindahkan ke media semai yang berupa campuran pupuk kandang dan sekam selama 10 hingga 14 hari.
- Bibit siap ditanam setelah 4 minggu sejak awal semai.

2. Persiapan lahan dan penanaman

Bayam jepang memerlukan kegiatan persiapan lahan dan penanaman. Kegiatan ini dilakukan agar tanaman dapat tumbuh subur. Berikut persiapan lahan dan penanaman bayam jepang.

- Bersihkan lahan dari gulma, bebatuan atau tanaman penganggu lainnya
- Buat bedengan dan lubang tanam dengan kedalaman sekitar 10 hingga 15 cm.
- Tutup dengan menggunakan mulsa.
- Taburkan pupuk pada setiap lubang tanam setebal 2 hingga 3 cm.
- Selanjutnya tanam biibt ke lubang tanam dan tutup kembali dengan tanah.

3. Perawatan

Perawatan dilakukan apabila bayam jepang terserang hama atau penyakit. Pengendalian dapat menggunakan perstisida atau fungisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Selama masa tanam, penyiraman dapat dilakukan setiap satu kali sehari. Setelah 15 hari lakukan penyiraman setiap 2 hingga 3 hari sekali.

4. Pemupukan

Pada 7 dan 15 hari setelah tanam dapat dilakukan pemberian pupuk kimia berupa campuran NPK, Urea dan TSP dengan perbandingan 4:2:2.

Dosis pupuk yang diberikan selama masa pemeliharaan yaitu sekitar  pupuk kandang 20 hingga 30 ton per hektar, Urea 400 kg per hektar, KCL 300 kg per hektar dan TSP 200 kg per hektar.

Baca Juga: Cegah Penuaan Dini, Begini Lho 5 Cara Budidaya Bayam Jepang
Tanaman Asli Nusantara, Ini 7 Cara Budidaya Cengkeh



5. Panen

Panen bayam jepang dapat dilakukan setelah 50 hingga 55 hari dari awal penyemaian. Pemanenan dilakukan dengan memotong pangkal batang hingga ujung daun.

Video Terkait