Hambat Fotosintesis, Begini Tangkis Penyakit Tepung Palsu pada Anggur

Ilustrasi Penyakit tepung palsu tanaman anggur (Foto:Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: M Kautsar - Kamis, 11 Maret 2021 | 14:40 WIB

SariAgri -  Tanaman anggur atau Vitis vinifera merupakan salah satu komoditi buah-buahan bergizi yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Bagian buahnya dapat dikonsumsi sebagai buah segar atau jus anggur yang diolah menjadi minuman atau kismis.

Namun, seperti tanaman pada umumnya, tanaman anggur pun tidak terlepas dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Salah satu OPT utama yang dapat menimbulkan kerugian besar yaitu penyakit tepung palsu atau Downy mildew.

Penyakit tepung palsu ini disebabkan oleh jamur Plasmopora viticola. Penyakit ini menyerang bagian daun, tunas dan buah.

Ini menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman terganggu, seperti dikutip dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian.

Penyakit tepung palsu ini menyebabkan timbulnya bercak kuning kehijauan pada bagian permukaan atas daun. Bercak tersebut akan berubah menjadi warna coklat saat kondisi lembab.

Ketika terserang, buah muda dan tangkai buah akan cepat busuk, berwarna coklat kehitaman, kering dan rontok. Daun muda lebih mudah terserang dibanding organ tanaman lainnya, sehingga akan menghambat proses fotosintesis.

Untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tepung palsu, maka dapat dilakukan cara-cara seperti berikut,

1. Menanam varietas yang tahan seperti Delaware, Isabekka, Tegal Hitam spesies Vitis labrusca.

2. Sanitasi kebun dengan memangkas sebagian daun dan ranting untuk mengurangi kelembapan.

3. Memotong dan mengandalikan daun dan buah yang terinfeksi, kemudian dibakar untuk mengurangi sumber infeksi.

Baca Juga: Hambat Fotosintesis, Begini Tangkis Penyakit Tepung Palsu pada Anggur
Mengenal Hama dan Penyakit Pohon Mangga



4. Melindungi atau menaungi tanaman dengan atap plastik transparan pada saat musim hujan.

5. Aplikasikan fungisida berbahan aktif propineb (2,5 gram per liter), tembaga dan zineb (2 gram per liter).

Video Terkait