Catat! Ini 10 Jenis Jeruk yang Ada dan Sering Dikonsumsi di Indonesia

Ilustrasi jeruk mandarin (Foto: Pixabay)

Editor: Reza P - Jumat, 12 Maret 2021 | 12:10 WIB

SariAgri - Jeruk memiliki berbagai macam jenis yang sudah barang tentu menyegarkan dan juga kaya akan nutrisi. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mencatat dalam satu buah jeruk mengandung kalori, lemak, potasium, karbohidrat, gula, dan protein.

Selain itu jeruk juga mengandung senyawa zeaxanthin, yakni antioksidan yang bisa mengurangi inflamasi. Melansir dari jurnal Antioxidants, zeaxanthin bermanfaat bagi kesehatan jantung, hati, kulit, dan mata.

Di Indonesia sendiri, jeruk memiliki banyak jenis yang bisa dikonsumsi serta digunakan sebagai pelengkap masakan. Nah, untuk Sobat Agri yang belum banyak mengetahui apa saja jenis jeruk yang ada di Indonesia, Simak ulasannya di bawah ini.

1. Jeruk Nipis

Jenis jeruk yang pertama adalah jeruk nipis. Dalam Bahasa Inggris, jeruk nipis sering disebut sebagai lime. Lime sendiri terdapat dua jeni, yaitu, key lime (Citrus aurantifolia) yang asli Asia Tenggara dan Persian lime (Citrus latifolia) yang berasal dari Iran.

Persian lime adalah jenis lime yang paling banyak diproduksi secara global. Dibanding key lime, Persian lime lebih besar dan berkulit lebih tebal.

Key lime sendiri memiliki ciri khas berbiji lebih banyak, lebih asam, aroma citrus-nya lebih kuat, dan rasanya pahit.

2. Jeruk Lemon

Lemon atau sitrun, adalah jenis jeruk yang berasal dari Asia Selatan namun terkenal di seluruh dunia. Bagian buah yang paling sering digunakan adalah sarinya. Selain itu, kulitnya juga dimanfaatkan.

Air lemon mengandung asam sitrat, sehingga rasanya asam. Kandungan asam sitratnya sedikit lebih tinggi dari sari jeruk nipis.

Sari lemon digunakan dalam berbagai makanan dan minuman, untuk menghilangkan amis pada ikan, dan mencegah oksidasi (warna kecokelatan) pada apel, pisang, dan avokad yang sudah dipotong.

Bagian terluar kulit lemon biasanya diparut untuk memberi aroma wangi pada masakan dan kue. Kulitnya bisa dipakai untuk membuat marmalade, membuat pektin, serta diekstrak untuk diambil minyaknya.

3. Jeruk Limau

Jeruk limau atau citrus amblycarpa memiliki beberapa sebutan. Di beberapa daerah Indonesia, jeruk jenis ini disebut jeruk sambal. Orang Sunda dan Jawa menyebutnya jeruk limo. Sedangkan limau adalah nama yang sering dipakai orang Melayu.

Jeruk limau berbeda dengan jeruk nipis. Jeruk ini lebih mirip jeruk purut karena kulitnya tebal dan berkerut-kerut, namun ukurannya lebih kecil.

4. Jeruk Purut

Jeruk purut yang dalam Bahasa Inggris disebut kaffir lime atau makrut lime berasal dari Asia Tenggara dan bagian selatan Tiongkok. Nama citrus hystrix yang berarti “jeruk landak” merujuk pada duri yang terdapat pada batang pohonnya.

Jenis jeruk ini memiliki kulit yang tebal dan keriput. Rasa sarinya sangat asam dan wangi, biasa dipakai untuk menghilangkan bau amis ikan.

Namun, dibanding buahnya, daun jeruk purut lebih sering dipakai untuk aneka masakan. Daun jeruk purut membuat hidangan wangi karena mengandung senyawa citronellol hingga 80%.

5. Jeruk Kalamansi

Jeruk kalamansi memiliki banyak sebutan, yakni jeruk kasturi, jeruk kunci, songkit, atau lemon cui. Jenis jeruk ini merupakan hibrida jeruk kumquat dan jeruk Mandarin.

Jenis jeruk kalamansi berasal dari Filipina dan banyak ditemukan di Tiongkok selatan, Taiwan, Borneo, Sulawesi, dan Bengkulu.

Buahnya kecil, bulat, berkulit tipis dengan warna hijau sampai oranye ketika matang, dengan pulp dan sari berwarna oranye pula. Rasa airnya asam karena mengandung asam sitrat.

6. Jeruk Mandarin

Jenis jeruk yang kaya akan vitamin C adalah jeruk mandarin. Satu buah jeruk mandarin bisa memenuhi vitamin C dari asupan harian. Dilansir dari Indian Journal of Clinical Biochemistry, vitamin C sangat penting untuk kesehatan kulit, menyembuhkan luka, dan meningkatkan sistem imun tubuh.

7. Jeruk Bali

Jeruk bali atau pomelo masih bersaudara dengan grapefruit, tapi memiliki rasa yang lebih manis.

Satu buah jeruk bali mengandung serat. Kita umumnya membutuhkan setidaknya 25 gram serat per hari, oleh sebab itu kamu bisa mengonsumsi jeruk bali untuk mencukupi kebutuhan serat harian.

8. Jeruk Sunkist

Nama asli jeruk ini sebenarnya adalah jeruk navel, tapi masyarakat kita lebih mengenalnya dengan sebutan sunkist.

Jenis jeruk ini kaya akan vitamin C, serat, potasium, dan rendah kalori. Mengonsumsi jeruk navel secara rutin bisa membantu mencegah berbagai penyakit seperti sakit jantung, kanker, dan diabetes.

9. Jeruk Medan

Berbeda dengan jeruk impor yang kebanyakan punya warna kulit oranye cerah, jeruk medan memiliki percampuran warna hijau kekuningan. Meski kulitnya hijau, jeruk medan memiliki rasa manis, segar, dan dengan aroma yang harum.

Baca Juga: Catat! Ini 10 Jenis Jeruk yang Ada dan Sering Dikonsumsi di Indonesia
Petani Jeruk Lemon Lokal Magetan, Kewalahan Penuhi Permintaan Pasar

10. Jeruk Valencia

Jenis jeruk valencia sekilas tampak mirip dengan jeruk sunkist, tapi warna kulitnya biasanya lebih kuning dibanding sunkist yang lebih oranye. Rasa jeruk valencia juga tidak semanis jeruk sunkist, tapi sangat nikmat bila dijadikan jus karena mengandung banyak sekali air dan rasa yang menyegarkan.

Sama seperti buah jeruk lainnya, valencia juga kaya akan vitamin dan mineral, terutama potasium. Dilansir dari National Institute of Health, mengonsumsi makanan tinggi potasium akan menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan stroke.

Video Terkait