Balitbangtan Lakukan Bimtek Soal Pemasaran Bawang Merah

Ilustrasi Bawang Merah. (Sariagari/Doni)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 31 Maret 2021 | 13:50 WIB

SariAgri -  Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Tegal mengadakan bimbingan teknis (bimtek) pemasaran bawang merah di Indonesia di Gedung Pertemuan Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Selasa (30/03/2021).

Toto Subandriyo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal dalam sambutannya berpesan kepada para petani, penangkar dan penyuluh untuk dapat mengikuti bimtek ini dengan baik.

"Semoga kegiatan bimtek ini dapat bermanfaat karena petani, penangkar dan penyuluh bawang merah di Tegal,” ujar Toto, dikutip dari laman Badan Litbang Pertanian.

Di kesempatan yang sama, Peneliti Balitbangtan dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Nur Khaririyatun, SP, M.Mgmt.Agrib menerangkan bahwa bawang merah merupakan komoditas strategis. Selain itu bawang merah juga mempunyai nilai ekonomi tinggi.

Rata-rata konsumsi bawang merah di Indonesia 27.72 kg per kapita per tahun. Selain itu, harga bawang merah fluktuatif dan bawang merah cukup berperan dalam pembentukan inflasi serta cukup berkontribusi besar dalam pembentukan produk domestik bruto (PDB).

Terkait pemasaran bawang merah, Nur menerangkan terdapat beberapa alternatif cara pemasaran hasil panen. Salah satunya adalah pemasaran kolektif dimana petani skala kecil dapat bersaing dengan petani skala besar.

“Petani bekerja sama untuk membentuk sebuah asosiasi atau kelompok tani pemasaran. 10-20 petani dapat menawarkan untuk dijual gabungan hasil panen mereka dan memastikan kualitas standar. Dan, petani dapat memasarkan Bawang Merah sebagai petani skala besar,” ucap Nur.Baca Juga: Balitbangtan Lakukan Bimtek Soal Pemasaran Bawang Merah
Panen Perdana Bawang Merah di Food Estate Sumatera Utara



Nur juga memaparkan keuntungan dari sistem pemasaran tersebut yakni tindakan kolektif dapat meningkatkan akses pasar bagi petani bawang merah kecil karena dapat memberikan kontribusi untuk intensifikasi produksi, adopsi teknologi baru, diversifikasi sumber pendapatan, partisipasi pasar yang lebih baik, dan peningkatan pendapatan.

“Pemasaran kolektif ini bertujuan untuk mendukung petani skala kecil agar saling bertukar informasi dan bekerja sama untuk meningkatkan nilai barang yang mereka jual,” pungkasnya.

Video Terkait